<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935</id><updated>2011-11-28T06:59:59.592+07:00</updated><category term='Palestina'/><category term='Ramadhan 1429 H'/><category term='Ramadhan 1430 H'/><category term='Ramadhan'/><title type='text'>..::Seuntai Kenangan::..</title><subtitle type='html'>Seuntai Kenangan di Muka Bumi dalam Rangka Mencari Ridha Allah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-2900816981999320806</id><published>2009-09-04T21:36:00.001+07:00</published><updated>2009-09-04T21:41:51.522+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 1430 H'/><title type='text'>Delapan Langkah Menyambut Ramadhan!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Siapkan rohani kita dan ucapkan tahniah kepada saudara seiman di saat menjelang Ramadhan tiba. Marilah kita sambut bulan mulia ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan akan segera tiba, insya Allah pertengahan bulan Agustus 2009. Itu artinya kita diberi hak istimewa, bukan saja bilangan umur yang kian bertambah, tapi juga belaian kasih Ar-Rahmaan menghampiri kita (lagi) agar bersih jiwa-raga.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan keberkatan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, Ramadhan adalah penghulu dari sebelas bulan yang lain. Hanya orang yang kenal keistimewaan Ramadhan saja yang akan suka cita bila Ramadhan akan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, kita harus mempersiapkan diri baik-baik guna menyambutnya. Bagaimana caranya? Langkah-langkah berikut ini barangkali bisa membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.&lt;/span&gt; Mengulangi kembali pelajaran-pelajaran yang berkaitan dengan puasa. Hendaknya kita memasuki dan menjalani puasa dengan pengetahuan, pedoman-pedoman yang baik, serta pengalaman-pengalaman yang telah lalu. Pelajaran itu bisa seputar rukun, syarat sah, syarat membatalkan, perkara-perkara sunnat dan makruh, dan hikmah yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.&lt;/span&gt; Persiapan ruhani, yaitu menenangkan jiwa dalam menghadapi bulan puasa sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.&lt;/span&gt;Memperbanyak doa, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kesehatan, tenaga, kelapangan, dan kesempatan mengerjakan puasa. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah supaya kita dapat berpuasa dengan hati yang jujur, tulus dan jauh dari riya’, ujub, dan segala penyakit yang menghilangkan pahala puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.&lt;/span&gt; Menguatkan semangat untuk melaksanakan satu bentuk latihan dengan sempurna agar kita memperoleh predikat sebagai muttaqin (orang yang bertaqwa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5.&lt;/span&gt; Siapkan diri untuk menjalankan puasa dengan perkataan dan perbuatan yang baik dengan sepenuh hati serta ikhlas semata-mata karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6.&lt;/span&gt; Tinggalkan kebiasan-kebiasan yang memberatkan dan merugikan diri, seperti berbelanja berlebihan, tenggelam dalam hiburan, membuang waktu, dan melakukan perbuatan yang tidak mendatangkan faedah. Hal tersebut justru bertentangan dengan hikmah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Sambutlah bulan puasa dengan cita-cita dan azzam (tekad) yang tinggi dengan memperbanyak ibadah, baik siang atau malam. Ini diperlukan untuk melatih diri dan mensucikan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8.&lt;/span&gt; Ucapkan tahniah kepada saudara seiman. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasa’i dari Abi Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah senantiasa menggembirakan para sahabat saat kedatangan bulan Ramadhan. Rasulullah menggembirakan para sahabat dengan sabdanya, ”Sesungguhnya akan datang kepada kamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkati, Allah mewajibkan kamu berpuasa di dalamnya. Pada bulan Ramadhan dibuka pintu-pintu syurga, dikunci semua pintu neraka, dibelenggu semua syaitan. Di malamnya ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa yang tidak memperoleh kebajikan pada malam itu, berartilah diharamkan baginya segala kebaikan untuk dirinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan rasa kesungguhan dalam menyambut kehadiran Ramadhan, kita bisa sukses dalam menjalankan ibadah puasa. Amin  *&lt;a href="http://hidayatullah.or.id" target="_blank"&gt;Hidayatullah.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-2900816981999320806?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/2900816981999320806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/09/delapan-langkah-menyambut-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/2900816981999320806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/2900816981999320806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/09/delapan-langkah-menyambut-ramadhan.html' title='Delapan Langkah Menyambut Ramadhan!'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-1137879079993804775</id><published>2009-01-15T15:31:00.001+07:00</published><updated>2009-01-15T15:32:44.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>Lagi, Roket Dari Libanon Hantam Israel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.nahnumuslim.com/images/thumbnails/09/hizbollah_katyusha_in_israel_r190x.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 142px;" src="http://www.nahnumuslim.com/images/thumbnails/09/hizbollah_katyusha_in_israel_r190x.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedikitnya 3 roket dati Selatan Libanon menghantam Utara Israel.&lt;br /&gt;Mickey Rosenfeld, jurubicara kepolisian Israel mengatakan, "tiga roket diluncurkan dari Libanon ke awar Israel dan mendarat di kota Kiryat Shmona."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan, roket tersebut berasal dari arah Habaniyah, Selatan Libanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, Israel merespon dengan menembakkan delapan roket ke Selatan Libanon.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada klaim tanggungjawab dari kelompok manapun.  Dan tidak dilaporkan kecelakaan yang diakibatkan dari serangan roket tersebut. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-1137879079993804775?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/1137879079993804775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/01/lagi-roket-dari-libanon-hantam-israel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/1137879079993804775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/1137879079993804775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/01/lagi-roket-dari-libanon-hantam-israel.html' title='Lagi, Roket Dari Libanon Hantam Israel'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-6189877991065681152</id><published>2009-01-15T15:23:00.001+07:00</published><updated>2009-01-15T15:26:02.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>Pesan Jihad Yang Paling Ditunggu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.nahnumuslim.com/images/thumbnails/09/suhu-keren_r190x.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 126px;" src="http://www.nahnumuslim.com/images/thumbnails/09/suhu-keren_r190x.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dahsyat. Pesan Syekh Usamah Bin Ladin, Singa Islam, pimpinan jihad Al Qaeda, dengan judul “Seruan Jihad Untuk Menghentikan Pembantaian di Gaza” langung menjadi head line media-media on line dan juga jaringan televisi internasional dan lokal. Pesan beliau yang mulai beredar sejak hari Rabu, 14 Januari  tersebut nampaknya memang sudah ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia, sejak tiga pekan gempuran zionis Israel ke Gaza, Palestina.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai pagi ini, Kamis 15 Januari, stasiun-stasiun televisi internasional dan juga lokal mengudarakan pesan audio Syekh Usamah tersebut yang dirilis oleh sayap informasi Al Qaeda, As Sahab Media. Diselingi reportase dan liputan langsung situasi Gaza yang tetap mencekam dan memilukan tersebut--akibat pembantain zionis Israel terhadap kaum Muslimin Palestina—pesan jihad Syekh Usamah bin Ladin, dengan suara beliau yang lembut namun tegas tersebut  membuat hati tergetar dan semangat bergelora untuk berjihad.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya ada satu cara kuat untuk mengembalikan Al Aqsha dan Palestina, yakni jihad Fie Sabilillah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media-media on line, khususnya media Islam, juga secara serentak menurunkan berita tentang pesan audio Syekh Usamah tersebut. Memang, sebagaimana pesan dari Syekh Anwar al Awlaki, ulama yang mukim di AS, kaum muslimin bisa menjadi “Mujahidin Internet” dengan jalan menggunakan media dunia maya untuk menyebarluaskan seruan jihad dan berita-berita tentang perjuangan para mujahidin. Selain dengan merilis serta memuat berita-berita jihad, juga bisa dilakukan dengan membuka forum diskusi, email, membuat situs internet, menulis artikel tentang mujahidin dan perjuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui, perang antara zionis Israel dengan kaum Muslimin Palestina ini juga sudah merambah ke dunia maya. Sejak serangan Israel ke Palestina dilancarkan, Sabtu, 27 Desember 2008, ribuan (tercatat 10.000) situs Israel di hacker kaum Muslimin. Situs militer AS juga tidak luput dari sasaran para Mujahidin Internet ini. Penyerangan ke Gaza yang semakin brutal rupanya memicu para hacker dari berbagai negara seperti Maroko, Turki, dan Iran bersemangat melumpuhkan ribuan situs milik yahudi Israel dan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menjadi pesan yang paling ditunggu oleh umat Islam, pesan dari Syekh Usamah ini juga menjadi perhatian besar rakyat Amerika dan para pemimpinnya. Hanya saja, ketakutan dan kewaspadaan yang tentunya berkecamuk dalam dada orang-orang kafir di Israel, AS, dan para sekutunya di seluruh dunia tersebut. Maklum, selain menyemangati kaum Muslimin untuk berjihad ke Gaza, Palestina, Syekh Usamah juga memberikan peringatan akan kehancuran AS yang segera akan terjadi. Krisis ekonomi dunia adalah tanda bahwa kekuatan Amerika akan segera jatuh, dan jihad globallah yang berperan dalam kebangkrutan AS ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga mengancam akan melanjutkan perang dengan AS, untuk tujuh tahun ke depan, tujuh tahun lagi, dan lagi! Pertanyaannya apakah AS mampu untuk melanjutkan perang melawan kami untuk beberapa dekade lagi? Lanjut beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Usamah juga tidak lupa menyinggung presiden terpilih AS yang ke-44 yang akan segera dilantik pada tanggal 20 Januari ini, yang kebijakannya tidak akan jauh berbeda dengan para pendahulunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan audio tersebut diputar dengan gambar diam Syeh Usamah Bin Ladin dan gambar Masjid Al Aqsa di kota Yerusalem. Pesan berbahasa Arab ini tidak mencantumkan teks dalam bahasa Inggris seperti biasanya. Yang pasti, pesan ini adalah sebuah pesan yang menggentarkan para petinggi dan rakyat Amerika. Sebuah pesan yang dirindu dan ditunggu oleh seluruh kaum Muslimin yang bergelora untuk berjihad ke Palestina. Sebuah pesan yang paling ditunggu! (M.Fachry/Arrahmah.Com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-6189877991065681152?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/6189877991065681152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/01/pesan-jihad-yang-paling-ditunggu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/6189877991065681152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/6189877991065681152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/01/pesan-jihad-yang-paling-ditunggu.html' title='Pesan Jihad Yang Paling Ditunggu'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-539849679478727480</id><published>2009-01-14T13:29:00.004+07:00</published><updated>2009-01-29T09:27:05.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>Bukti Kebiadaban Israel!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah beberapa photo bukti kekerasan dan kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SYETzg1sbtI/AAAAAAAAAhA/h7uadcWDIdU/s1600-h/israelterrorist.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 362px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SYETzg1sbtI/AAAAAAAAAhA/h7uadcWDIdU/s400/israelterrorist.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296536412473814738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-539849679478727480?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/539849679478727480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/01/ini-adalah-beberapa-photo-bukti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/539849679478727480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/539849679478727480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/01/ini-adalah-beberapa-photo-bukti.html' title='Bukti Kebiadaban Israel!!'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SYETzg1sbtI/AAAAAAAAAhA/h7uadcWDIdU/s72-c/israelterrorist.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-7281627845728638973</id><published>2009-01-14T13:21:00.003+07:00</published><updated>2009-01-14T13:28:50.944+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>Hari Ke 18. Pasukan Israel Masuk Kota Gaza?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Memasuki hari ke 18, tentara Zionis-Israel terus berusaha masuk ke wilayah pusat kota Gaza. Dengan dukungan ribuan tentara cadangannya, Israel terus mendekati kota Gaza. Dengan dukungan serangan udara dari pesawat F.16, helicopter Apache, serta Artileri, pasukan Israel mencoba masuk ke kota Gaza, yang sampai sekarang masih tetap dipertahankan oleh para pejuang Hamas, dan para Muhajidin.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://219.83.122.106/fckfiles/image/palestina/gaza-attack-2-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 504px; height: 314px;" src="http://219.83.122.106/fckfiles/image/palestina/gaza-attack-2-2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Zionis-Israel semalam menyerang wilayah selatan Gaza dan Rafah, melalui udara dan senjata artileri, tak kurang dari 60 target serangan udara yang dilakukan Israel. Pesawat-pesawat tempur Israel F.16, semalam menghujani kota Rafah dengan serangan udara yang massif. Kota di dekat perbatasan dengan Mesir, seperti nampak terbakar, akibat tembakan rudal Israel. Akibat, serangan udara itu, menimbulkan kekacauan dan korban dikalangan penduduk sipil. Israel juga menggunakan bom ‘penghncur’ bunker-bunker untuk menghancurkan terowongan-terowongan yang banyak di kota Rafah, yang menghubungkan Gaza dengan Sinai (Mesir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayman Muhyidin, koresponden Aljazeera, melaporkan dari Rafah, ribuan penduduk Rafah, meninggalkan rumah-rumah mereka, sesudah mendapatkan selebaran peringatan dari udara,yang memberitahu bahwa rejim Zionis-Israel akan melakukan serangan udara yang massif di wilayah itu. “Kota Rafah seluruhnya hancur lebur. Kota itu bagaikan neraka, akibat serangan udara yang massif dari Zionis-Israel”, ujar Muhyidin. Militer Israel menutup kota Gaza, dan seluruh akses masuk ke kota Gaza, ditutup dengan tank-tank Israel, dan kapal-kapal perang yang ada di dekat kota Gaza. Reporter Aljazeera itu, menjelaskan kemungkinan akan melakukan serangan darat di malam hari, dan nampaknya ingin menguasai kota Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Militer Israel melakukan serangan menjelang tengah malam, dan ketika menjelang pagi mereka kembali ke posisinya”, tambah Muhyidin. Pertempuran dahsyat telah berkecamuk antara tentara Israel dengan para pejuang Hamas di kota Tal al-Halwa, di selatan kota Gaza. Pertempuran di kota itu, menjadi momentum penting tentara Israel untuk mencoba masuk ke kota Gaza. Namun, nampaknya para pejuang Hamas memberikan perlawanan terhadap tentara Israel. Pertempuran berlangsung di Beith Lahiya, yang terletak di utara kota Gaza, dan Khan Yunis, di sebelah timur kota Gaza. Kantor berita AFP melaporkan tank-tank Israel yang didukung dengan serangan udara, mencoba terus masuk ke selatan kota Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan maju pasukan Zionis-Israel itu, menghadapi perlawanan para pejuang Hamas dan para Mujahidin Palestina, yang menggunakan mortar dan roket RPG, menghentikan gerak maju pasukan Zionis-Israel. Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina, menegaskan serangan militer Israel itu telah menewaskan lebih dari 1000 orang yang syahid, dan 40 % korban yang ada, terdiri dari anak-anak, wanita dan orang tua. Ofensive militer Israel ke kota Gaza itu, dibalas oleh pejuang Hemas menembakkan roket ke wilayah perbatasan Israel, Ashkelon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Frustasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak para diplomat mengalami frustasi akibat ulah Israel, yang tidak mengindahkan resolusi DK.PBB, beberapa hari yang lalu. Seruan gencatan senjata tidak digubris oleh Israel, dan pasukan Zionis terus melakukan serangan yang massif ke Gaza. Sekjen PBB Ban-Ki moon, berencana mengunjungi Timur Tengah untuk menciptakan gencatan senjata. Namun, semua kalangan sangat skeptis, karena resolusi PBB itu, tidak didukung AS. Bahkan, Perdana Menteri Israel, Ehut Olmert, menyatakan, kami telah mendikte AS, agar abstain, ketika pemungutan suara di DK. PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ban-Ki moon, menegaskan, “Kedua belah fihak berhenti berperang. Hentikan sekarang perang”, ujar Ki moon, ketika menyelenggarakan konferensi pers, di kantor PBB, New York, Senin, yang lalu. “Banyak rakyat tidak berdosa tewas. Dan, banyak lagi orang-orang sipil yang menjadi korban”, tambah Ban Ki moon. Usaha-usaha diplomasi sekarang ini,yang bertujuan mengakhiri konflik, nampaknya hanyalah akan mengakomodasi kepentingan Israel, tanpa mempedulikan aspirasi rakyat Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehut Olmert menegaskan, Israel akan menghakhiri agresi ke Gaza, hanya dengan dua kondisi : “Pertama, Hamas harus menghentikan serangan roketnya ke Ashkelon. Kedua, Hamas harus melucuti senjatanya”, tegas Olmert. Sementara itu, Presiden Israel, Shimon Peres, menyatakan : ”Kemajuan serangan militer Israel selama 16 hari, belum setara dengan negara yang menghadapi terror selama 16 tahun”, ucap Peres. Dalam pernyataannya, yang disiarkan lewat satelit al-Aqsha, Perdana Menteri Ismail Haniyah, menegaskan bahwa Israel tidak akan memenangkan perang di Gaza, ucap Haniyah. Sementara itu, Perdana Menteri Turki, Recep Erdogan, menyatakan bahwa DK.PBB telah gagal untuk menghentikan kejahatan Israel terhadap Gaza. “Dunia menyaksikan kebrutalan Zionis-Israel, dan pembantaian massal di Jalur Gaza”, tambahnya. Erdogan menyaksikan film pembantaian di Gaza bersama para ahli hukum, pemimpin Turki itu, menginginkan agar DK.PBB memberikan sanksi yang tegas terhadap Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Turki, Assosiasi para Pengusaha dan industrialis, menyerukan masyarakat Turki melakukan baikot terhadap produk AS, Inggris, dan Israel, karena mereka melakukan perang ‘kotor’ di Gaza, dan melakukan genoside, serta melakukan agresi militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulent Deniz, Ketua Assosiasi Para Pengusaha di Turki, menyatakan agar Turki menggunakan kekuatannya untuk melakukan boikot terhadap AS, Inggris, dan Israel. Nampaknya, Turki sudah tidak dapat sabar lagi melihat ulah Israel, meskipun Turki memiliki hubungan diplomatic dengan Israel, karena Israel sudah tidak lagi menggunakan ukuran-ukuran normal lagi, khususnya dalam menghadapi konflik dengan rakkyat Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurubicara Hamas, Dr.Sami Abu Zuhri, menyatakan proposal yang disampaikan pemerintah Turki, guna menengahi konflik di Gaza sekarang ini, lebih berimbang dibandingkan dengan Mesir. Di sisi lain, Mesir pandangannya sama dengan Israel, yang meminta syarat , sebelum gencatan senjata Hamas harus menghentikan serangan roketnya ke Askhelon. Abu Zuhri, menyampaikan kepada wartawan di Gaza, bahwa delegasi Hamas, sekarang berkunjung ke Cairo, Damaskus, untuk membicarakan kemungkinan gencatan senjata. Nampaknya, Hamas lebih tertarik dengan proposal yang diajukan oleh Turki, yang lebih adil dan imbang. Presiden Sudan, Omar Hasan al-Bashir, yang berkunjung ke Damaskus, dan bertemu dengan Khaleda Misy’al, menegaskan bahwa Sudan mendukung secara total perjuangan rakyat Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah usaha diplomatik yang sekarang terus berlangsung di berbagai belahan dunia, surat kabar Al-Khalij, yang terbit di Teluk, di Ankara, sedang ada usaha-usaha yang terselubung, yang dilakukan fihak Israel untuk membunuh Perdana Menteri Turki, Recep Erdogan. Al-Khalij, menyebutkan mungkin Israel dengan menggunakan sel-sel yang ada di dalam tubuh militer Turki, untuk membunuh Erdogan. Memang, di Turki sekarang ini sikap anti Israel memuncak, ratusan ribu orang berdemonstrasi di Istambul dan Ankara, yang meminta pemerintah Turki, memutuskan hubungan diplomatic dengan Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibaratnya, Israel dengan melakukan agresi militer yang sangat brutal ke Gaza, seperti menggali lubang kukburnya sendiri. Karena, sekarang ini di seluruh dunia kebencian terhadap Israel meningkat tajam. Ini menyebabkan Israel akan terisolasi oleh masyarakat internasional. (M/Pic)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-7281627845728638973?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/7281627845728638973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/01/hari-ke-18-pasukan-israel-masuk-kota.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/7281627845728638973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/7281627845728638973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/01/hari-ke-18-pasukan-israel-masuk-kota.html' title='Hari Ke 18. Pasukan Israel Masuk Kota Gaza?'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-7976762120564010972</id><published>2009-01-14T12:07:00.003+07:00</published><updated>2009-01-14T12:08:11.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>Mengapa Yahudi Mengincar Bocah-Bocah Palestina?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang diketahui, setelah lewat dua minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 900 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Khaled Misyal, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz Alquran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan Alquran. Tak ada main video-game atau mainan-mainan bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.(Prince Muhammad/eramuslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-7976762120564010972?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/7976762120564010972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/01/mengapa-yahudi-mengincar-bocah-bocah_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/7976762120564010972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/7976762120564010972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/01/mengapa-yahudi-mengincar-bocah-bocah_14.html' title='Mengapa Yahudi Mengincar Bocah-Bocah Palestina?'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-2484205711143536437</id><published>2009-01-14T11:39:00.002+07:00</published><updated>2009-01-14T11:41:47.211+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>Brigade Izzuddin Alqassam Tembak Jatuh Helikopter Apache Israel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.nahnumuslim.com/images/thumbnails/09/helikopterjatush_r190x.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 141px;" src="http://www.nahnumuslim.com/images/thumbnails/09/helikopterjatush_r190x.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Brigade Izzuddin Al Qassam berhasil menembak jatuh helekopter militer Israel saat Israel mengerahkan tentara cadangannya ke Jalur Gaza. Kami berhasil menembak jatuh helikopter milik zionis Israel di perbatasan Gaza," sebagaimana diberitakan di laman islamtoday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman tersebut disampaikan setelah beberapa hari yang lalu para mujahidin Palestina berhasil menjatuhkan pesawat pengintai milik Israel. Keberhasilan para mujahidin menjatuhkan pesawat milik Israel ini setelah mereka menggunakan senjata anti pesawat.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;"Senjata anti pesawat tersebut akan mentargetkan pesawat milik zionis Israel," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan senjata anti pesawat oleh para mujahidin Palestina tersebut juga dikuatkan oleh salah seorang sumber militer Israel kepada surat kabar Israel, menurut mereka, para mujahidin baru pertama kali ini menggunakan senjata anti pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penggunaan senjata tersebut adalah yang pertama kalinya pada pekan terakhir ini sejak kami melancarkan serangan ke Jalur Gaza," kutip laman islamtoday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, menilai penggunaan senjata anti pesawat tersebut merupakan perkembangan yang serius dan sangat membahayakan bagi militernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Prince Muhammad/Arrahmah.Com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-2484205711143536437?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/2484205711143536437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/01/brigade-izzuddin-alqassam-tembak-jatuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/2484205711143536437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/2484205711143536437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/01/brigade-izzuddin-alqassam-tembak-jatuh.html' title='Brigade Izzuddin Alqassam Tembak Jatuh Helikopter Apache Israel'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-8269412154116717081</id><published>2008-09-14T16:17:00.002+07:00</published><updated>2008-09-14T16:28:55.865+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 1429 H'/><title type='text'>20 Ciri  Sukses dan Gagal Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ramadhan hanya datang sekali dalam setahun. Jangan biarkan Ramadhan berlalu sia-sia. Apa yang harus kita lakukan? Terapkan 20 cara meraih sukses Ramadhan dan hindari 20 ciri gagal Ramadhan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengobarkan rindu Ramadhan, meluruskan niat, dan memancangkan tekad untuk meraih berbagai keutamannya.&lt;br /&gt;2. Membuat rencana (planing) yang matang dalam mencapai target-target ibadah dan amal shalih Ramadhan, serta target mengikis kebiasaan jahiliyah.&lt;br /&gt;3. Memperlambat sahur dan mempercepat berbuka puasa.&lt;br /&gt;4. Tidak berlebih-lebihan dalam bersahur dan berbuka puasa (ifthar), serta membiasakan mengkonsumi kurma atau makanan yang manis lainnya.&lt;br /&gt;5. Menunaikan zakat fitrah, harta, profesi, dan lain-lain, serta banyak berinfaq dan sedekah.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;6. Berusaha tilawatul Qur'an (membaca Qur'an) sampai khatam (selesai) serta menghapal dan mentadabburinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tingkatkan pemahaman agama dengan membaca berbagai tulisan dan buku tentang Islam, khususnya tentang puasa, baik segi fiqih maupun maknawiyahnya.&lt;br /&gt;8. Meningkatkan disiplin dan muraqabatullah (perasaan bahwa Allah mengawasi kita), karena puasa melatih disiplin.&lt;br /&gt;9. Hidupkan malam dengan shalat tarawih atau qiyamullail dan targetkan harus bisa penuh 30 malam.&lt;br /&gt;10. Menjauhkan diri dari sebab-sebab yang dapat mendekatkan diri pada kemaksiatan seperti perilaku, pergaulan, bacaan, tontonan, dan konsumsi (misalnya rokok) yang sia-sia untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;11. Memberikan makanan berbuka kepada orang-orang yang melakukan puasa, terutama bagi mereka yang kesulitan, seperti fakir miskin dan orang yang berada dalam perjalanan.&lt;br /&gt;12. Banyak berdzikir, minta ampun dan berdoa pada setiap kesempatan (duduk, berdiri, dan berbaring).&lt;br /&gt;13. Memberikan skala prioritas terhadap segala aktivitas yang dapat mendekatkan diri pada Allah  SWT.&lt;br /&gt;14. Memperbanyak aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan amal sosial bagi kaum dhuafa serta kegiatan dakwah.&lt;br /&gt;15. Berusaha untuk saling menjaga hati, lisan, dan sikap untuk menyempurnakan puasa serta menjaga pandangan. Bagi wanita yang belum menutup aurat harus memulai menutup aurat untuk seterusnya.&lt;br /&gt;16. Berusaha keras untuk bisa menjalankan i'tikaf (berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah dan menyempurnakan amal ibadah kita) pada 10 malam terakhir dengan tekad meraih lailatul qadar dan memperbaiki diri.&lt;br /&gt;17. Menghindari amalan yang bid'ah di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;18. Memperhatikan dan berusaha mempraktikkan betul rambu-rambu Ramadhan, seperti hal-hal yang makruh atau haram.&lt;br /&gt;19. Menyambung Ramadhan dengan melakukan puasa sunah 6 hari di bulan Syawal.&lt;br /&gt;20. Tidak berlebih-lebihan dalam menyambut idul fitri dengan berbangga-bangga dalam hal makanan, pakaian, atau hal-hal duniawi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 Ciri Gagal Ramadhan&lt;br /&gt;Sebagai sebuah medan training (tarbiyah), Ramadhan punya indikator keberhasilan. Bagaimana mengukurnya? Yang paling mudah adalah dengan melihat ciri kegagalannya berikut ini.&lt;br /&gt;1. Tidak mempersiapan diri semaksimal mungkin jauh hari sebelum Ramadhan.&lt;br /&gt;Persiapan diri tersebut meliputi,&lt;br /&gt;pertama, persiapan hati (al-isti'dad al-ruhiy) dengan kerinduan dan kegembiraan' menyambut kedatangannya serta dengan berdoa agar bisa dipanjangkan umur sampai ke Ramadhan.&lt;br /&gt;Kedua, persiapan keilmuan (al-isti'dad al-fikriy) dengan menguasai ilmu dan hakikat Ramadhan.&lt;br /&gt;Ketiga, persiapan fisik (al-isti'dad al jasadiy) dengan menjaga kesehatan dan membiasakan tubuh untuk berpuasa sunnah di bulan Sya'ban.&lt;br /&gt;Keempat, persiapan logistik (al-isti'dad al-maliy) dengan menyiap bekal untuk sedekah. dan&lt;br /&gt;kelima, kondisikan lingkungan.&lt;br /&gt;2. Gampang mengulur shalat fardhu.&lt;br /&gt;Sa'id bin Musayyab mengelompokkan orang yang tak segera mendirikan shalat tepat pada waktunya ke dalam tarkush-shalah (meninggalkan shalat). Orang yang berpuasa Ramadhan sangat disiplin menjaga waktu shalat, karena nilainya setara dengan 70 kali shalat fardhu di bulan lain.&lt;br /&gt;3. Malas menjalankan ibadah-ibadah sunnah.&lt;br /&gt;Termasuk di dalamnya menjalankan ibadah shalatul lail Hadits Qudsi mengatakan, "Dan hamba-Ku masih mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunah sampai Aku mencintainya."&lt;br /&gt;4. Kikir dan rakus pada harta Benda.&lt;br /&gt;Takut rugi jika mengeluarkan banyak infaq dan sedekah adalah tanda gagal Ramadhan. Sebab; salah satu sasaran utama shiyam adalah membuat manusia mampu&lt;br /&gt;mengendalikan sifat rakus pada makan, minum maupun pada harta benda.&lt;br /&gt;5. Malas membaca al-Qur'an.&lt;br /&gt;Ramadhan juga disebut Syahrul Qur'an (bulan al-Qur'an). Orang-orang shalih di masa lalu menghabiskan waktunya siang dan malam Ramadhan untuk berinteraksi dengan al-Qur'an.&lt;br /&gt;6. Mudah mengumbar amarah.&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan kekuatan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) bersabda, "Orang kuat bukanlah orang yang selalu menang ketika berkelahi. Tapi orang yang kuat adalah orang yang bisa menguasai diri ketika marah."&lt;br /&gt;7. Gemar bicara sia-sia dan dusta.&lt;br /&gt;Umar ibn Khattab RAberkata, "Puasa ini bukanlah hanya menahan diri dari makan dan minum saja, akan tetapi juga dari dusta, dari perbuatan yang salah dan tutur kata yang sia-sia." (Al Muhalla VI: 178).&lt;br /&gt;8. Memutuskan tali silaturahim.&lt;br /&gt;Ketika menyambut datangnya Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menyambung tali persaudaraan (silaturahim) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya."&lt;br /&gt;9. Menyia-nyiakan waktu.&lt;br /&gt;Termasuk gagal Ramadhan adalah lalai atas karunia waktu dengan melakukan perbuatan sia-sia, kemaksiatan, dan hura-hura. Disiplin waktu selama Ramadhan semestinya membekas kuat dalam bentuk cinta ketertiban dan keteraturan.&lt;br /&gt;10. Labil dalam menjalani hidup.&lt;br /&gt;Labil alias gamang, khawatir, risau, serta gelisah dalam menjalani hidup adalah tanda gagal Ramadhan. Bila seseorang meraih berkah bulan suci ini, jiwanya mantap, hatinya tenteram, perasaannya tenang dalam menghadapi keadaan apapun.&lt;br /&gt;11. Tidak bersemangat mensyiarkan Islam.&lt;br /&gt;Salah satu ciri utama alumni Ramadhan yang berhasil ialah ketaqwaannya semakin kuat. Salah satu wujudnya adalah semangat mensyiarkan Islam.&lt;br /&gt;12. Khianat terhadap amanah.&lt;br /&gt;Shiyam (puasa) adalah amanah Allah SWT yang harus dipelihara (dikerjakan) dan selanjutnya dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak. Orang yang terbiasa memenuhi amanah dalam ibadah sirr (rahasia) tentu akan lebih menepati amanahnya terhadap orang lain, baik yang bersifat rahasia maupun yang nyata.&lt;br /&gt;13. Rendah motivasi hidup berjamaah:&lt;br /&gt;Ramadhan seharusnya menguatkan motivasi untuk hidup berjamaah. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam saatu barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh." (Ash-Shaf [61]: 4)&lt;br /&gt;14. Tinggi ketergantungannya pada makhluk.&lt;br /&gt;Hawa nafsu dan syahwat merupakan pintu utama ketergantungan manusia pada sesama makhluk. Jika jiwa seseorang berhasil merdeka dari kedua mitra syetan itu setelah Ramadhan, maka yang mengendalikan dirinya adalah fikrah dan akhlaq.&lt;br /&gt;15. Malas membela dan menegakkan kebenaran.&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan dakwah dan jihad. Maka, di tengah gelombang kebathilan dan kemungkaran yang semakin merajalela saat ini, para jebolan akademi Ramadhan seharusnya semakin gigih membela dan menegakkan kebenaran.&lt;br /&gt;16. Tidak mencintai kaum dhuafa.&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan kasih sayang. Karena itu, rasa cinta kita terhadap orang-orang yang paling lemah di kalangan masyarakat seharusnya bertambah.&lt;br /&gt;17. Salah dalam memaknai akhir Ramadhan.&lt;br /&gt;Khalifah Umar ibn Abdul Aziz memerintahkan selurah rakyatnya supaya mengakhiri puasa dengan memperbanyak istighfar dan memberikan sedekah, karena istighfar dan sedekah dapat menambal yang robek-robek dari puasa.&lt;br /&gt;18. Terlalu sibuk mempersiapkan lebaran, sementara i'tikaf diabaikan.&lt;br /&gt;Banyak yang lupa bahwa 10 malam terakhir merupakan saat-saat genting yang menentukan nilai akhir kita di mata Allah SWT dalam bulan berkah ini Jadi fokuslah ke sini, tidak kepada urusan dunia.&lt;br /&gt;19. Menganggap dan menjalani Idul Fitri sebagai hari kebebasan berbuat jahiliyah lagi.&lt;br /&gt;Makna Idul Fitri antara lain berarti " kembali ke fitrah." Namun kebanyakan orang memandangnya sebagai hari dibebaskannya mereka dari "penjara" Ramadhan. Akibatnya, hanya beberapa saat setelah Ramadhan pergi, ucapan dan tindakannya kembali jahiliyah.&lt;br /&gt;20. Tidak mengalami peningkatan keharmonisan dalam keluarga.&lt;br /&gt;Berbagai ibadah di bulan Ramadhan adalah sarana yang sangat tepat untuk membangun keharmonisan dalam keluarga. Jangan biarkan keluarga kita tidak berhasil meraihnya.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bish shawab.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;a href="http://hidayatullah.or.id/content/view/119/1/"&gt;Hidayatullah.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-8269412154116717081?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/8269412154116717081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2008/09/20-ciri-sukses-dan-gagal-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/8269412154116717081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/8269412154116717081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2008/09/20-ciri-sukses-dan-gagal-ramadhan.html' title='20 Ciri  Sukses dan Gagal Ramadhan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-8844480237906687354</id><published>2007-10-01T16:32:00.000+07:00</published><updated>2007-11-30T13:15:25.804+07:00</updated><title type='text'>Artikel Seputar Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah kumpulan artikel seputar persiapan menjelang Ramadhan, saat Ramadhan dan akhir Ramadhan. Artikel ini dikutip dari beberapa sumber yang admin kunjungi silahkan untuk dinikmati semoga bermanfaat.&lt;span class="selengkapnya"&gt; Untuk menampilkan semua artikel yang berkaitan seputar Ramadhan silahkan anda klik di &lt;a href="http://www.seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/search/label/Ramadhan"&gt;sini&lt;/a&gt; atau pada judul postingan ini. Selamat membaca semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-8844480237906687354?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/8844480237906687354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/08/artikel-seputar-ramadhan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/8844480237906687354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/8844480237906687354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/08/artikel-seputar-ramadhan.html' title='Artikel Seputar Ramadhan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-7738578420092520851</id><published>2007-09-27T09:30:00.000+07:00</published><updated>2007-11-30T12:28:12.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Suka-Duka Berpuasa di Negeri Non-Muslim</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada banyak suka-duka menjalani Ramadhan di negeri non-Muslim. Ada yang mengaku mengalami banyak kesulitan. Tapi ada pula banyak cerita lucu&lt;br /&gt;Berpuasa di negara yang penduduknya bukan mayoritas Muslim tidak gampang. Yang lebih sulit lagi adalah berpuasa di musim panas di negara yang mengenal 4 musim. Karena waktu siangnya panjang, maka jam berpuasanya lebih lama. Namun sebaliknya di musim dingin puasanya singkat. Itulah pengalaman dua orang warga Indonesia di perantuan, Herianti Novita di Islandia dan Siti Muawanah di Hongkong.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herianti Novita sudah hampir 7 tahun tinggal di Rekyavik, ibu kota Islandia. Menurut pengalamannya, berpuasa di negeri dekat kutub itu tidak terlalu susah. Maklum dia belum pernah berpuasa di musim panas. Di musim panas, hari-harinya sangat panjang. "Siangnya itu hampir 24 jam," jelasnya. Tapi kalau di musim dingin seperti di bulan-bulan November, Desember dan Januari puasanya singkat. "Apalagi di bulan Desember, jam 4 sore kita sudah berbuka, "tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpuasa terutama juga ringan bagi orang-orang yang pekerjaannya tidak berat. Bagi mereka yang bekerja misalnya di pabrik roti cukup berat juga untuk berpuasa. Bagi Novita yang sekarang sekolah, puasa juga tidak berat. "Saya bilang ringan karena saya masih di sekolah. Saya masih belajar, "tuturnya. Novita mengikuti program pendidikan buat para ibu yang tidak bersuami. Pendidikan ini difasilitasi oleh pemerintah Islandia. Untuk mengetahui jam berbuka puasa dan imsak mereka mendapat jadwal dari Asosiasi Muslim di Rekyavik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara berbuka bersama antar orang Indonesia tidak sering diselenggarakan. Beberapa tahun lalu mereka pernah menggelar acara berbuka bersama dengan mengundang dubes RI di Norwegia Tarmizi Taher. Pada saat Idulfitri pasti ada acara kumpul-kumpul. "Tapi biasa kita kalau kumpul-kumpul seperti itu pas di Idulfitri saja, "katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makanan Halal dan Asia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makanan halal tidak sulit untuk mendapatkannya di Islandia. Di sana ada sebuah perusahaan yang bernama SS. Atas permintaan, perusahaan ini bisa menyelenggarakan penyembelihan halal. "Dia bisa motong untuk halal, "tuturnya. Untuk membikin makanan khas bulan puasa di Indonesia seperti kolak juga gampang di Islandia. Sejak tahun-tahun terakhir banyak bermunculan toko-toko Asia. "Mereka antara lain menjual pisang, labu, singkong, ubi dan lain-lain, "jelasnya. Selain itu di supermarket biasa di Islandia sudah dibeli produk-produk Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Novita, Siti Muawanah, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong, menilai berpuasa di Hongkong tidak gampang. Karena banyak majikan khawatir, pembantunya yang berpuasa bisa pingsan. Para majikan khawatir pembantu yang menjaga anak mereka pingsan pada saat para majikan sedang berada di tempat kerja. Kendati demkian, menurut Siti, para majikan itu bukan anti Islam. Mereka malah memberi kebebasan menjalankan ibadah dan mematuhi ajaran agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kayak kita orang Islam tidak boleh makan babi, itu mereka mengerti, "tambah Siti. Perempuan asal Blitar ini juga menjelaskan, majikannya sendiri mengizinkan dia berpuasa. Tapi ada syaratnya. "Asal kita tahu diri dan tidak menganggu pekerjaan, "tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Semakin Pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut muslimah Indonesia yang sudah hampir 12 tahun tinggal di Hongkong ini, jam imsak di sana lebih lambat dibanding di Indonesia. "Pertama kali kemarin itu jam 4.53, "katanya menjelaskan imsak di hari pertama Ramadan ini.&lt;br /&gt;Saat berbuka puasa juga semakin cepat. Ini berarti semakin memasuki musim dingin, semakin pendek hari. Dengan demikian semakin singkat pula jam berpuasa. "Semakin pendek. (Tiap hari, red) Berkurang satu menit, "simpul Siti. Di Hongkong bahan untuk membuat makanan Indonesia sangat mudah didapat. Hampir semua makanan Indonesia termasuk juga yang khas Ramadhan seprti kolak dan lain-lain bisa dibikin di sana. Namun berbuka bersama dan sholat taraweh berjamaah sulit diselenggarakan di sana. Maklum kondisi pekerjaan tidak mengizinkan. "Soalnya kita sebagai TKW di sini kalau malam, selain untuk urusan kerja, nggak boleh keluar, "kata Siti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tidak Ada Suasana Ramadan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpuasa di negara yang non Islam berarti berpuasa di lingkungan orang yang tidak berpuasa. Orang-orang di sekeliling tidak berpuasa. Restoran-restoran di siang hari tetap buka. Jadi, di luar tidak ada suasana Ramadhan. "Jadi di sini suasana Ramadhan itu ada di sekitar kita sendiri atau pada diri kita sendiri, "jelas Siti. Siti menyimpulkan bahwa godaan berpuasa di Hongkong berat sekali. Oleh karena itu banyak juga muslim Indonesia di sana yang tidak berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Novita maupun Siti Muawanah menyatakan keduanya terharu kalau merayakan Idul Fitri. "Tiap kita sholat Id kita terharu. Pasti nangis, "kata Novita. Siti Muawanah juga merasa sedih kalau lagi makan saur. "Teringat di rumah. Biasa makan rame-rame sambil ngantuk, "tutur Siti. www.hidayatullah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-7738578420092520851?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/7738578420092520851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/suka-duka-berpuasa-di-negeri-non-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/7738578420092520851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/7738578420092520851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/suka-duka-berpuasa-di-negeri-non-muslim.html' title='Suka-Duka Berpuasa di Negeri Non-Muslim'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-8727205693176514989</id><published>2007-09-24T10:13:00.000+07:00</published><updated>2007-09-24T10:26:19.514+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>14 Alasan Merindukan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, "Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus." Sesungguhnya, ada apanya di dalam Ramadhan itu, ikutilah berikut ini:&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Gelar Taqwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Taqwa adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah. Tidak ada gelar yang lebih mulia dan tinggi dari itu. Maka setiap hamba yang telah mampu meraih gelar taqwa, ia dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan-kemudahan di dunia. Dan puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar taqwa itu. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa."&lt;/span&gt; (QS al-Baqarah : 183).&lt;br /&gt;Kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah kepada hambanya yang taqwa, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Jalan keluar dari semua masalah. Kemampuan manusia amat terbatas, sementara persoalan yang dihadapi begitu banyak. Mulai dari masalah dirinya, anak, istri, saudara, orang tua, kantor dan sebagainya. Tapi bila orang itu taqwa, Allah akan menunjukkan jalan berbagai persoalan itu. Bagi Allah tidak ada yang sulit, karena Dialah pemilik kehidupan ini. "... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.&lt;/span&gt;" (QS. Ath Thalaaq: 2). "... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.&lt;/span&gt;" (QS. Ath Thalaaq : 4).&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;b. Dicukupi kebutuhannya. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya....&lt;/span&gt;" (QS. Ath Thalaaq : 3).&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;c. Ketenangan jiwa, tidak khawatir dan sedih hati. Bagaimana bisa bersedih hati, bila di dalam dadanya tersimpan Allah. Ia telah menggantungkan segala hidupnya kepada Pemilik kehidupan itu sendiri. Maka orang yang selalu mengingat-ingat Allah, ia bakal memperoleh ketenangan. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-KU, maka barangsiapa bertaqwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.&lt;/span&gt;" (QS. al-A'raaf : 35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Bulan Pengampunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada manusia tanpa dosa, sebaik apapun dia. Sebaik-baik manusia bukanlah yang tanpa dosa, sebab itu tidak mungkin. Manusia yang baik adalah yang paling sedikit dosanya, lalu bertobat dan bernjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Karena dosa manusia itu setumpuk, maka Allah telah menyediakan alat penghapus yang canggih. Itulah puasa pada bulan Ramadhan. Beberapa hadits menyatakan demikian, salah satunya diriwayatkan Bukhari Muslim dan Abu Dawud, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanannya dan karena mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Pahalanya Dilipatgandakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya pengampunan dosa, Allah juga telah menyediakan bonus pahala berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini. Rasulullah bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya."&lt;/span&gt; (HR. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadhan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakana amalan wajib (HR. Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah). Maka perbanyaklah amal dan ibadah, mumpung Allah menggelar obral pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Pintu Surga Dibuka dan Neraka Ditutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kalau datang bulan Ramadhan terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu."&lt;/span&gt; (HR. Muslim). Kenapa pintu surga terbuka? Karena sedikit saja amal perbuatan yang dilakukan, bisa mengantar seseorang ke surga. Boleh diibaratkan, bulan puasa itu bulan obral. Orang yang tidak membeli akan merugi. Amal sedikit saja dilipatgandakan ganjarannya sedemikian banyak. Obral ganjaran itu untuk mendorong orang melakukan amal-amal kebaikan di bulan Ramadhan. Dengan demikian otomatis pintu neraka tertutup dan tidak ada lagi kesempatan buat setan menggoda manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Ibadah Iistimewa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadits qudsinya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku."&lt;/span&gt; (HR. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;Menurut Quraish Shihab, ahli tafsir kondang dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, puasa dikatakan untuk Allah dalam arti untuk meneladani sifat-sifat Allah. Itulah subtansi puasa. Misalnya, dalam bidang jasmani, kita tahu Tuhan tidak beristri. Jadi ketika berpuasa dia tidak boleh melakukan hubungan seks. Allah tidak makan, tapi memberi makan. Itu diteladani, maka ketika berpuasa kita tidak makan, tapi kita memberi makan. Kita dianjurkan untuk mengajak orang berbuka puasa. Ini tahap dasar meneladani Allah.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Masih ada tahap lain yang lebih tinggi dari sekedar itu. Maha Pemurah adalah salah satu sifat Tuhan yang seharusnya juga kita teladani. Maka dalam berpuasa, kita dianjurkan banyak bersedekah dan berbuat kebaikan. Tuhan Maha Mengetahui. Maka dalam berpuasa, kita harus banyak belajar. Belajar bisa lewat membaca al-Qur'an, membaca kitab-kitab yang bermanfaat, meningkatkan pengetahuan ilmiah.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Allah SWT setiap saat sibuk mengurus makhluk-Nya. Dia bukan hanya mengurus manusia. Dia juga mengurus binatang. Dia mengurus semut. Dia mengurus rumput-rumput yang bergoyang. Manusia yang berpuasa meneladani Tuhan dalam sifat-sifat ini, sehingga dia harus selalu dalam kesibukan.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Perlu ditekankan meneladani Tuhan itu sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia. Kita tidak mampu untuk tidak tidur sepanjang malam, tidurlah secukupnya. Kita tidak mampu untuk terus-menerus tidak makan dan tidak minum. Kalau begitu, tidak makan dan tidak minum cukup sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Dicintai Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah, sesesorang yang meneladani Allah sehingga dia dekat kepada-Nya. Bila sudah dekat, minta apa saja akan mudah dikabulkan. Bila Allah telah mencintai hambanya, dilukiskan dalam satu hadits Qudsi, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kalau Aku telah mencintai seseorang, Aku menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuk matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, menjadi langkah untuk kakinya.&lt;/span&gt;" (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Do'a Dikabulkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang berdo'a apabila dia berdo'a, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku."&lt;/span&gt; (QS. al-Baqarah : 186).&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Memperhatikan redaksi kalimat ayat di atas, berarti ada orang berdo'a tapi sebenarnya tidak berdo'a. Yaitu do'anya orang-orang yang tidak memenuhi syarat. Apa syaratnya? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;Benar, berdo'a pada Ramadhan punya tempat khusus, seperti dikatakan Nabi SAW, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tiga do'a yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan do'anya orang teraniaya. Allah mengangkat do'anya ke awan dan membukakan pintu-pintu langit. "Demi kebesaranKu, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang."&lt;/span&gt; (HR Ahmad dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Namun harus diingat bahwa segala makanan yang kita makan, kesucian pakaian, kesucian tempat, itu punya hubungan yang erat dengan pengabulan do'a. Nabi pernah bersabda, ada seorang yang sudah kumuh pakaiannya, kusut rambutnya berdo'a kepada Tuhan. Sebenarnya keadaannya yang kumuh itu bisa mengantarkan do'anya dia diterima. Tapi kalau makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya yang dipakainya terambil dari barang yang haram, bagaimana bisa dikabulkan doa'nya?&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Jadi do'a itu berkaitan erat dengan kesucian jiwa, pakaian dan makanan. Di bulan Ramadhan jiwa kita diasah hingga bersih. Semakin bersih jiwa kita, semakin tulus kita, semakin bersih tempat, pakaian dan makanan, semakin besar kemungkinan untuk dikabulkan do'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Turunnya Lailatul Qodar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan. (QS. al-Qadr). Dikatakan mulia, pertama lantaran malam itulah awal al-Qur'an diturunkan. Kedua, begitu banyak anugerah Allah dijatuhkan pada malam itu.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Beberapa hadits shahih meriwayatkan malam Lailatul Qodar itu jatuh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Seperti dirawikan Imam Ahmad, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Lailatul Qadar adalah di akhir bulan Ramadhan tepatnya di sepuluh terakhir, malam keduapuluh satu atau duapuluh tiga atau duapuluh lima atau duapuluh tujuh atau duapuluh sembilan atau akhir malam Ramadhan. "Barangsiapa mengerjakan qiyamullail (shalat malam) pada malam tersebut karena mengharap ridha-Ku, maka diampuni dosanya yang lampau atau yang akan datang."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ditaruh diakhir Ramadhan, bukan pada awal Ramadhan? Rupanya karena dua puluh malam sebelumnya kita mengasah dan mengasuh jiwa kita. Itu adalah suatu persiapan untuk menyambut lailatul qodar.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Ada dua tanda lailatul qadar. Al Qur'an menyatakan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat JIbril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan/kedamaian sampai terbit fajar.&lt;/span&gt; (QS al-Qadr : 4 - 5).&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Malaikat bersifat ghaib, kecuali bila berubah bentuk menjadi manusia. Tapi kehadiran malaikat dapat dirasakan. Syekh Muhammad Abduh menggambarkan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kalau Anda menemukan sesuatu yang sangat berharga, di dalam hati Anda akan tercetus suatu bisikan, 'Ambil barang itu!' Ada bisikan lain berkata, 'Jangan ambil, itu bukan milikmu!' Bisikan pertama adalah bisikan setan. Bisikan kedua adalah bisikan malaikat."&lt;/span&gt; Dengan demikian, bisikan malaikat selalu mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal positif. Jadi kalau ada seseorang yang dari hari demi hari sisi kebajikan dan positifnya terus bertambah, maka yakinlah bahwa ia telah bertemu dengan lailatul qodar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Meningkatkan Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak terbukti bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya, dengan puasa maka organ-organ pencernaan dapat istirahat. Pada hari biasa alat-alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras. Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam. Empat jam diproses di dalam lambung dan empat jam di usus kecil (ileum). Jika malam sahur dilakukan pada pukul 04.00 pagi, berarti pukul 12 siang alat pencernaan selesai bekerja. Dari pukul 12 siang sampai waktu berbuka, kurang lebih selama enam jam, alat pencernaan mengalami istirahat total.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan, ternyata dengan berpuasa sel darah putih meningkat dengan pesat sekali. Penambahan jumlah sel darah putih secara otomatis akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Menghambat perkembangan atau pertumbuhan bakteri, virus dan sel kanker. Dalam tubuh manusia terdapat parasit-parasit yang menumpang makan dan minum. Dengan menghentikan pemasukan makanan, maka kuman-kuman penyakit seperti bakteri-bakteri dan sel-sel kanker tidak akan bisa bertahan hidup. Mereka akan keluar melalui cairan tubuh bersama sel-sel yang telah mati dan toksin.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Manfaat puasa yang lain adalah membersihkan tubuh dari racun kotoran dan ampas, mempercepat regenasi kulit, menciptakan keseimbangan elektrolit di dalam lambung, memperbaiki fungsi hormon, meningkatkan fungsi organ reproduksi, meremajakan atau mempercepat regenerasi sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi fisiologis organ tubuh, dan meningkatkan fungsi susunan syaraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. Penuh Harapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat berpuasa, ada sesuatu yang diharap-harap. Harapan itu kian besar menjelang sore. Sehari penuh menahan lapar dan minum, lalu datang waktu buka, wah... rasanya lega sekali. Alhamdulillah. Itulah harapan yang terkabul. Apalagi harapan bertemu Tuhan, masya' Allah, menjadikan hidup lebih bermakna. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Setiap orang berpuasa selalu mendapat dua kegembiraan, yaitu tatkala berbuka puasa dan saat bertemu dengan Tuhannya."&lt;/span&gt; (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;11. Masuk Surga Melalui Pintu Khusus, Rayyaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut Rayyan yang akan dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil, mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup."&lt;/span&gt; (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Minum air telaganya Rasulullah SAW: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain. Mereka (para sahabat) berkata, 'Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.' Beliau berkata, 'Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu... Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telaga dimana ia tidak akan haus hingga masuk surga." &lt;/span&gt;(HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;12. Berkumpul Dengan Sanak Keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 1 Syawal ummat Islam merayakan Hari Raya Idhul Fitri. Inilah hari kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu dan syetan selama bulan Ramadhan. Di Indonesia punya tradisi untuk merayakan hari bahagia itu yang disebut Lebaran. Saat itu orang ramai melakukan silahtuhrahim dan saling memaafkan satu dengan yang lain. Termasuk kerabat-kerabat jauh datang berkumpul. Orang-orang yang bekerja di kota-kota pulang untuk merayakan lebaran di kampung bersama kedua orang tuanya. Maka setiap hari Raya selalu terjadi pemandangan khas, yaitu orang berduyun-duyun dan berjubel-jubel naik kendaraan mudik ke kampung halaman.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Silahturahim dan saling memaafkan itu menurut ajaran Islam bisa berlangsung kapan saja. Tidak mesti pada Hari Raya. Tetapi itu juga tidak dilarang. Justru itu momentum bagus. Mungkin, pada hari biasa kita sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga tidak sempat lagi menjalin hubungan dengan tetangga dan saudara yang lain. Padahal silahturahim itu dianjurkan Islam, sebagaimana dinyatakan hadits, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi!" &lt;/span&gt;(HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;13. Qaulan Tsaqiilaa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada malam Ramadhan ditekankan (disunnahkan) untuk melakukan shalat malam dan tadarus al-Qur'an. Waktu paling baik menunaikan shalat malam sesungguhnya seperdua atau sepertiga malam terakhir (QS. Al-Muzzammil : 3). Tetapi demi kesemarakan syiar Islam pada Ramadhan ulama membolehkan melakukan tarawih pada awal malam setelah shalat Isya' dengan berjamaah di masjid. Shalat ini populer disebut shalat tarawih. Shalat malam itu merupakan peneguhan jiwa, setelah siangnya sang jiwa dibersihkan dari nafsu-nafsu kotor lainnya.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Ditekankan pula usai shalat malam untuk membaca Kitab Suci al-Qur'an secara tartil (memahami maknanya). Dengan membaca Kitab Suci itu seseorang bakal mendapat wawasan-wawasan yang luas dan mendalam, karena al-Qur'an memang sumber pengetahuan dan ilham.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Dengan keteguhan jiwa dan wawasan yang luas itulah Allah kemudian mengaruniai Qaulan Tsaqiilaa (perkataan yang berat). Perkataan-perkataan yang berbobot dan berwibawa. Ucapan-ucapannya selalu berisi kebenaran. Maka orang-orang yang suka melakukan shalat malam wajahnya bakal memancarkan kewibawaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;14. Hartanya tersucikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap Muslim yang mampu pada setiap Ramadhan diwajibkan mengeluarkan zakat. Ada dua zakat, yaitu fitrah dan maal. Zakat fitrah besarnya 2,5 kilogram per orang berupa bahan-bahan makanan pokok. Sedangkan zakat maal besarnya 2,5 persen dari seluruh kekayaannya bila sudah mencapai batas nisab dan waktunya.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Zakat, disamping dimaksudkan untuk menolong fakir miskin, juga guna mensucikan hartanya. Harta yang telah disucikan bakal mendatangkan barakah dan menghindarkan pemiliknya dari siksa api neraka. Harta yang barakah akan mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan. Sebaliknya, harta yang tidak barakah akan mengundang kekhawatiran dan ketidaksejahteraan. *&lt;a href="http://www.kotasantri.com/galeria.php?aksi=DetailArtikel&amp;artid=137"&gt;Kotasantri.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-8727205693176514989?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/8727205693176514989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/14-alasan-merindukan-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/8727205693176514989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/8727205693176514989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/14-alasan-merindukan-ramadhan.html' title='14 Alasan Merindukan Ramadhan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-30061688379401094</id><published>2007-09-23T06:07:00.000+07:00</published><updated>2007-09-24T10:00:58.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Amalan Sunah di bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sedikit di antara bentuk ibadah atau pekerjaan yang disunnahkan dalam berpuasa sebagaimana petunjuk dari dari Rasulullah SAW yang dapat kami sampaikan di halaman maya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Makan sahur dengan mengakhirkannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para ulama telah sepakat tentang sunnahnya sahur untuk puasa. Meski demiian, tanpa sahur pun puasa tetap boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تسحروا فإن في السَّحور بركة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Makan Sahurlah, karena sahur itu barakah”. (HR Bukhori 1923 dan Muslim 1095).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasarnya lainnya adalah hadits berikut ini dengan sanad jayyid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari al-Miqdam bin Ma‘dikarb dari Nabi SAW. Bersabda, Hendaklah kamu makan sahur karena sahur itu makanan yang diberkati.(HR An-Nasa‘i: 4/146).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan sahur itu menjadi barakah karena salah satunya berfungsi untuk mempersiapkan tubuh yang tidak akan menerima makan dan minum sehari penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, meski secara langsung tidak berkaitan dengan penguatan tubuh, tetapi sahur itu tetap sunnah dan mengandung keberkahan. Misalnya buat mereka yang terlambat bangun hingga mendekati waktu subuh. Tidak tersisa waktu kecuali beberapa menit saja. Maka tetap disunahkan sahur meski hanya dengan segelas air putih saja. Karena dalam sahur itu ada barakah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;السحور بركة، فلا تدَعوه، ولو أن يجرع أحدكم جرعة ماء، فإن الله وملائكته يصلون على المتسحرين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Said al-Khudri RA. “ Sahur itu barakah maka jangan tinggalkan meski hanya dengan seteguk air. Sesungguhnya alah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur. (HR Ahmad: 3:12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunahkan untuk mengakhirkan makan sahur hingga mendekati waktu shubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا تزال أمتي بخير ما عجلوا الفطر وأخروا السحور&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Zar Al-Ghifari ra. dengan riwayat marfu`, ”Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan buka puasa dan mengakhirkan sahur.(HR Ahmad: 1/547)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sanad hadits ini adalah Sulaiman bin Abi Utsman yang majhul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Berbuka dengan menyegerakannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan dalam berbuka puasa untuk menta‘jil atau menyegerakan berbuka sebelum shalat Maghrib. Meski hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر حَسَا حَسَوات من ماء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sahl bin Saad bahwa Nabi SAW bersabda, ”Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan berbuka.”(HR Bukhari 1957 dan Muslim 1058)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان رسول الله صلّى الله عليه وسلم يفطر على رُطَبات قبل أن يصلي، فإن لم تكن رطبات فتَمَرات، فإن لم تكن تمرات&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas RA. Berkata bahwa Rasulullah SAW berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat. Bila tidak ada maka dengan kurma. Bila tidak ada maka dengan minum air. (HR Abu Daud, Hakim dan Tirmizy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Berdoa ketika berbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan membaca do‘a yang ma‘tsur dari Rasulullah SAW ketika berbuka puasa. Karena do‘a orang yang puasa dan berbuka termasuk doa yang tidak tertolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;للصائم عند فطره دعوة لاتُرد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Bagi orang yang berpuasa ketika sedang berbuka ada doa yang tak akan ditolak.. (HR Tirmidzy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan teks doa yang diajarkan Rasulullah SAW antara lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم إني لك صمت، وعلى رزقك أفطرت، وعليك توكلت، وبك آمنت،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kepada Engkaulah aku berpuasa dan dengan rizki dari-Mu aku berbuka". Doa ini didasarkan oleh sebuah hadits mursal riwayat Abu Daud dan Al-Baihaqy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذهب الظمأ، وابتلت العروق، وثبت الأجر إن شاء الله تعالى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah hilang haus dan telah basah tenggorakan dan telah pasti balasan Insya Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafaz doa ini didasarkan atas hadits Abu Daud 2358 dan An-Nasa`i 3329 serta Al-Hakim: 1/422)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Memberi makan orang berbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi makan saat berbuka bagi orang yang berpuasa sangat dianjurkan karena balasannya sangat besar sebesar pahala orang yang diberi makan itu tanpa dikurangi. Bahkan meski hanya mampu memberi sabutir kurma atau seteguk air putih saja. Tapi lebih utama bila dapat memberi makanan yang cuup dan bisa mengenyangkan perutnya.Sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من فطَّر صائماً كان له مثل أجره، غير أنه لا ينقُص من أجر الصائم شيء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang memberi makan (saat berbuka) untuk orang yang puasa, maka dia mendapat pahala seperti pahala orang yang diberi makannya itu tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya. (HR At-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaemah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Mandi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan untuk mandi baik dari janabah, haidh atau nifas sebelum masuk waktu fajar. Agar berada dalam kondisi suci saat melakukan puasa dan terlepas dari khilaf Abu Hurairah yang mengatakan bahwa orang yang berhadats besar tidak syah puasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من أصبح جنباً فلا صوم له&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang masuk waktu shubuh dalam keadaan junub, maka puasanya tidak sah (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, menurut jumhur ulama apabila seseorang sedang mengalami junub dan belum sempat mandi, padahal waktu subuh sudah masuk, maka puasanya syah. Namun hadit ini ditafsirkan bahwa yang dimaksud dengan junub adalah seseorang meneruskan jima' setelah masuk waktu shubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان النبي صلّى الله عليه وسلم يصبح جنباً من جماع، غير احتلام، ثم يغتسل، ويصوم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Rasulullah SAW pernah masuk waktu subuh dalam keadaan junub karena jima‘ bukan karena mimpi, kemudian beliau mandi dan berpuasa.(HR Muttafaq 'alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Menjaga lidah dan anggota tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan untuk meninggalkan semua perkataan kotor dan keji serta perkataan yang membawa kepada kefasikan dan kejahatan. Termasuk di dalamnya adalah ghibah (bergunjing), namimah (menagdu domba), dusta dan kebohongan. Meski tidak sampai membatalkan puasanya, namun pahalanya hilang di sisi Allah SWT. Sedangkan perbuatan itu sendiri hukumnya haram baik dalam bulan Ramadhan atau di luar Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من لم يدع قول الزور والعمل به، فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang tidak meninggalkan perkataan kotor dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia untuk meninggalkan makan minumnya (puasanya). (HR Bukhari, Abu Daud, At-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu berpuasa, maka jangan berkata keji dan kotor. Bila ada orang mencacinya atau memeranginya, maka hendaklah dia berkata, ”Sungguh aku sedang puasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذا كان يوم صوم أحدكم، فلا يرفث ولا يصخب، فإن شاتمه أحد أو قاتله، فليقل: إني صائم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kamu melakukan rafats dan khashb pada saat berpuasa. Bila orang mencacinya atau memeranginya, maka hendaklah dia berkata, "Aku sedang puasa." (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menurut para ulama, mengatakan aku sedang puasa lebih tepat bila dilakukan bila saat itu sedang puasa Ramadhan yang hukumya wajib. Tetapi bila saat itu sedang puasa sunnah, maka tidak perlu mengatakan sedang puasa agar tidak menjadi riya‘. Karena itu cukup dia menahan diri dan mengatakannya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Meninggalkan nafsu dan syahwat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada nafsu dan syahawat tertentu yang tidak sampai membatalkan puasa, seperti menikmati wewangian, melihat sesuatu yang menyenangkan dan halal, mendengarkan dan meraba. Meski pada dasarnya tidak membatalkan puasa selama dalam koridor syar‘i, namun disunnahkan untuk meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti bercumbu antara suami isteri selama tidak keluar mani atau tidak melakukan hubungan seksual, sesungguhnya tidak membatalkan puasa. Tetapi sebaiknya hal itu ditinggalkan untuk mendapatkan keutamaan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Memperbanyak shadaqah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk di antaranya adalah memberi keluasan belanja pada keluarga, berbuat ihsan kepada famili dan kerabat serta memperbanyak shadaqah. Adalah Rasulullah SAW orang yang paling bagus dalam kebajikan. Dan menjadi paling baik saat bulan Ramadhan ketika Jibril as. mendatanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أنه صلّى الله عليه وسلم كان أجود الناس بالخير، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Rasulullah SAW orang yang sangat murah dengan sumbangan. Dan saat beliau paling bermurah adalah di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hikmah yang bisa di dapat dari perbuatan ini adalah membesarkan hati kaum muslimin serta memberikan kegembiraan pada mereka sebagai dorongan untuk beribadah kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Menyibukkan diri dengan ilmu dan tilawah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan untuk memperbanyak mendalami ilmu serta membaca Al-Quran, shalawat pada Nabi dan zikir-zikir baik pada siang hari atau malam hari puasa, tergantung luangnya waktu untuk melakukannya. Dasarnya adalah hadits shahih berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان جبريل يلقى النبي صلّى الله عليه وسلم في كل ليلة من رمضان، فيدارسه القرآن&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril as. mendatangi Rasulullah SAW pada tiap malam bulan Ramadhan dan mengajarkannya Al-Qur’an.(HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. Beri‘tikaf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan untuk beri‘tikaf terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Salah satunya untuk mendapatkan pahala lailatul qadar yang menurut Rasulullah SAW ada pada malam-malam 10 terakhir bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قالت عائشة: كان النبي صلّى الله عليه وسلم إذا دخل العشر الأواخر أحيا الليل، وأيقظ أهله، وشد المئزر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah RA berkata, ”Bila telah memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadhan, Nabi SAW menghidupkan malam, membangunkan keluarganya (isterinya) dan meninggalkan isterinya (tidak berhubungan suami isteri).(HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga disunnahkan untuk membaca pada lailatul qadar doa berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Sungguh Engkau mencintai maaf maka maafkanlah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;11. Shalat Tarawih, Tahajjud dan Witir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ibadah di atas, tentunya yang sangat penting dan jangan sampai terlewat adalah shalat tarawih, tahajjud, witir dan lainnya. Namun khusus tentang shalat tarawih ini rasanya kami sudah beberapa kali mengangkatnya di halaman ini. Silahkan browsing di eramuslim untuk mendapatkan informasi tentang shalat tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga pandungan sederhana ini bisa mendorong kita untuk meraih keutamaan Ramadhan yang belum tentu di tahun depan kita masih diberi umur oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ahmad Sarwat, Lc Pengasuh konsultasi Ustad Menjawab eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-30061688379401094?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/30061688379401094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/amalan-sunah-di-bulan-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/30061688379401094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/30061688379401094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/amalan-sunah-di-bulan-ramadhan.html' title='Amalan Sunah di bulan Ramadhan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-5310521005795371130</id><published>2007-09-22T05:28:00.000+07:00</published><updated>2007-09-22T05:43:41.418+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Denda Rp.50 ribu Bagi yang tidak berpuasa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Anda tidak berpuasa tanpa alasan yang jelas? Jika ketahuan, Anda bisa didenda sebesar Rp. 50 ribu. Itulah yang terjadi di Malaysia. Wilayah Kelantan yang berada dalam pemerintahan partai Islam (PAS) mulai menindak tegas kaum Muslim yang berani terang-terangan “berbuka puasa” di siang hari bulan Ramadhan.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dikutip Straits Times, (17/9) kemarin,  bahwa pemerintahan setempat telah mengangkat puluhan petugas berseragam sipil yang bertanggung jawab mengawasi kedai-kedai dan rumah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azman Muhammad Dahim, juru bicara pemerintahan Kota Baru, Ibu Kota negeri Kelantan mengatakan,”Ini adalah hal baru yang pernah dilakukan, sebagai respon dari keluhan masyarakat yang tidak nyaman dengan adanya orang-orang yang terang-terangan “berbuka puasa” di siang hari selama bulan Ramadan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Straits Times juga menyebutkan, bagi mereka yang tertangkap basah tidak berpuasa terang-terangan diwajibkan membayar denda sebesar 20 ringgit (sekitar 50.000 rupiah), dan bagi rumah makan yang ikut membantu menyediakan makanan bagi mereka yang tidak berpuasa diwajibkan membayar denda sebesar 500 ringgit (sekitar 1,3 juta rupiah). &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=5405&amp;Itemid=1"&gt;www.hidayatullah.com&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-5310521005795371130?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/5310521005795371130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/denda-rp50-ribu-bagi-yang-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/5310521005795371130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/5310521005795371130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/denda-rp50-ribu-bagi-yang-tidak.html' title='Denda Rp.50 ribu Bagi yang tidak berpuasa'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-2864110271977313241</id><published>2007-09-18T06:10:00.000+07:00</published><updated>2007-09-18T07:10:21.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Puasanya Ular Vs Ulat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ramadhan telah datang, bulan yang di dalamnya terbentang berjuta amal shalih, bulan suci penuh berkah. Benar Ramadhan adalah bulan bertapa, bulan untuk mensucikan diri. Cuman… ada 2 pertapa yang sama – sama menahan makan, minum, hawa nafsu, dan lain sebagainya. Tapi hasil akhir atau hasil yang diperoleh sangat berbeda sekali!! &lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang satu pertapa model ular dan yang satu lagi model ulat.  Cobalah perhatikan filosofis gambran bertapanya mahluk Allah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Puasa Model Ular&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ia berpuasa menahan makan dan minum, hari–harinya pun full terisi dengan tidur dan dengkur, selesai berpuasa sang ular pun menjadi ular yang baru, pakaiannya berganti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ular tetaplah ular sebelum berpuasa dan sesudah berpuasa tetap sama. Ia adalah binatang yang bercabang dua lidahnya, dengan gigi-gigi yang bertaring, dan sebagian besar orang jijik dan takut dengannya, makanannya pun sama seperti ketika ia belum bertapa yaitu daging atau binatang hidup yang lain, cara dia berpindah tempatpun sama yaitu dengan menjalar, dan sifat-sifat yang lain tetap melekat dan disandangnya sama seperti saat dia sebelum berubah atau berpuasa, jadi hanya berubah pakiannya saja yang lebih muda atau baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Puasa Model Ulat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ulat adalah binatang yang menjijikan untuk sebagian orang, terkadang bulu-bulunyua membuat gatal-gatal kulit orang yang menyentuhnya, cara ia berjalan sangat lambat, makanannya daun-daun atau tumbuh-tumbuhan yang terkadang itu adalah tanaman para petani yang tentu sifatnya merusak, dan perdikat buruk lain yang disandang oleh sang ulat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun tibalah saatnya ia harus menebus semua dosa dan kesalahnnya selama ini, sehingga ia bertaubat dengan tidak makan dan munum (berpuasa). Puasanya unik, tubuhnya terbalik, seluruh tubuhnya ditutupi pembalut, ia pun meninggalkan makan dan minum. Disamping itu saat puasa ia asyik berdzikir sehingga waktunya menjadi barokah. Sebelum puasa ulat makan apa saja, tampilannya menjijikkan, tubuhnya mengerikan, bulu–bulunya membuat gatal, jalannya lambat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat puasa ia menimbulkan simpati, banyak orang tertarik mengikuti alunan dzikirnya, puasanya lebih bermakna. Setelah berpuasa berubahlah ia menjadi binatang yang manis menawan hati,  Keindahannya dirindukan, terbangnya dinantikan, memberikan manfaat bagi tumbuh-tumbuhan dalam proses pembuahan, makanannya sari-sari bunga, bergerak lebih lincah dengan kepakan sayapnya, warna-warni yang indah dan sifat-sifat lain yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ibrah bagi kita, mari kita belajar menata diri seperti sang ulat melewati hari–harinya penuh dzikir, akhirnya lahir menjadi pribadi baru mukmin sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ini Ramadhan terakhir kita, jangan sampai hadir tanpa makna dan pergi tanpa kesan. Semoga Ramadhan benar–benar memberi ruh baru bagi proses tarbiyah diri kita dan dapat menghasilkan pribadi yang benar–benar mempesona, bermanfaat dan dirindukan kehadirannya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-2864110271977313241?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/2864110271977313241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/pusanya-ular-vs-ulat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/2864110271977313241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/2864110271977313241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/pusanya-ular-vs-ulat.html' title='Puasanya Ular Vs Ulat'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-7047994284541189144</id><published>2007-09-12T07:58:00.000+07:00</published><updated>2007-11-30T12:44:29.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Lambaian Perpisahan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ramadhan, tahun 10 Hijriah. Ada yang tak biasa dilakukan Rasulullah. Biasanya, Jibril mengetes bacaan Al-Qur’an Rasulullah satu kali, tapi Ramadhan kali itu ia melakukannya dua kali. Begitupun Rasulullah, di ujung Ramadhan, biasanya melakukan i’tikaf sepuluh hari terakhir. Tapi Ramdhan itu ia melakukannya dua puluh hari.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah lambaian perpisahan telah datang dari Rasul tercinta, yang dicintai para sahabat dan ummatnya, sementara ia sendiri juga mencintai mereka. Tetapi tidak semua orang mengerti dan memahaminya isyarat perpisahan itu. Bahkan hingga beberapa bulan kemudian, masih saja tanda-tanda itu belum dirasakan kebanyakan sahabat. Meski pada waktu haji wada’ Rasul mengatakan, “Aku tidak tahu pasti, boleh jadi aku tidak akan bisa bertemu kalian lagi setelah tahun ini dengan keadaan seperti ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan hingga lima hari sebelum wafatnya di bulan Rabiul Awal, saat ia menyampaikan beberapa nasihat panjangnya. Ketika di ujung nasihatnya Rasul berkata, “Sesungguhnya ada seorang hamba yang diberi pilihan oleh Allah, antara diberi kemewahan dunia menurut kehendaknya ataukah apa yang ada di sisi-Nya. Ternyata hamba itu memilih apa yang ada di sisi-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Abu Bakar menangis sambil berkata, “Demi ayah dan ibu kami sebagai tebusanmu.” Para sahabat heran. Orang-orang berkata, “Lihatlah orang tua ini, Rasulullah SAW mengabarkan tentang seorang hamba yang diberi pilihan oleh Allah, antara diberi kemewahan dunia menurut kehendaknya atau apakah yang ada di sisi-Nya, lalu dia berkata, ‘Demi ayah dan ibu kami sebagai tebusanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah Abu Bakar menjelaskan bahwa yang dimaksud hamba itu tak lain adalah Rasulullah, barulah para sahabat yang lain menyadari, bahwa detik-detik perpisahan dengan Rasulullah tiba-tiba hadir di kehidupan nyata mereka. Sesuatu yang nyaris tak pernah mereka bayangkan. Bahwa suatu hari kelak mereka akan berpisah dengan Rasul tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, setiap kita punya tambatan cinta yang berbeda-beda. Pada sisi keimanan, tentu semestinya cinta itu tertambat kepada Allah, Rasul-Nya, juga ajaran-ajaran agama-Nya. Pada sisi kemanusiaan, kita boleh menambatkan cinta itu kepada apa dan siapa saja yang halal dan mubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kita mengerti bahwa cinta kemanusiaan kita tidak boleh melanggar cinta keyakinan kita, tetapi tetap saja ada duka dan sedih untuk setiap perpisahan dengan apa dan siapa saja yang kita cintai. Tetap saja ada tangis untuk setiap kehilangan orang-orang atau apa saja yang kita cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, yang tak mencintai apa-apa tak akan pernah merasakan kehilangan apa-apa. Disinilah masalahnya. Orang-orang yang merasa hopeless atau yang menjalani hidup ini dengan tanpa tambatan cinta, akan melewati segala perjumpaan dan perpisahan dengan tanpa makna apa-apa. Tak ada susah, tak ada pula senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seburuk-buruk orang yang tak punya tambatan cinta, adalah mereka yang tak pernah mengerti arti karunia Allah yang diberikan kepadanya. Sebab cinta adalah kumpulan segala kemampuan kita untuk menghargai. Ada berjuta karunia dan kemurahan Allah yang diberikan kepada kita. Ada usia, nafas, tinggi-tegak badan yang segar, pikiran yang waras, uang yang datang dari lorong keringat dan jerih payah, anak dan kelarga, serta alam dengan segala kekayaannya. Semua itu seharusnya menjadi lautan inspirasi bagi kita untuk memiliki rasa cinta, untuk menghargai, dan mengerti akan arti karunia itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas seluruh karunia itulah kita menikmati hidup ini. Dengannya kita menitahkan jati diri kita, sebagai makhluk dengan peradaban yang tak pernah berhenti mencari gaya barunya. Dengan semua karunia itu, kita yang muslim dan memilih jalan keislaman bisa mengarungi samudera keimanan. Bisa menjalankan bermacam syiar keislaman, yang wajib maupun yang sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks inilah, kita meletakkan cinta kita kepada karunia Allah. Sekaligus dalam konteks itu pula, kita meletakkan rasa kehilangan kita, akan karunianya ketika ia harus terputus dari kita. Maka, tidak semata dalam kaitan dengan Ramadhan, sesungguhnya karunia hidup ini punya batas usianya. Sebuah batas yang berada di alam gelap, tetapi ia sangat dekat dengan kita, mengintai setiap saat. Seperti serigala yang mengendap menunggu mangsanya tanpa pernah lelah atau tertidur barang sekejap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perlambang hidup, yang bergerak atau diam, sesungguhnya selalu melambaikan perpisahan, mengalunkan lagu perpisahan. Setiap detik dan setiap waktu. Hari yang selalu baru, sinar matahari yang selalu bergeser dari hangat di pagi hari ke panas di siang hari. Dari panas ke hangat di sore hari. Bayi-bayi yang lahir di seluruh penjuru bumi, menangis dalam ketidakmengertian mereka. Juga para lelaki dan wanita dewasa yang bekerja keras setiap hari, menuju langkah-langkah akhir ketidakberdayaan melawan kematian. Sebagian yang lain menghitung hari, dalam sakit yang berkepanjangan. Semua lakon itu hanyalah para pengiring bagi perpisahan abadi: kita yang meninggalkan perlambang itu, atau perlambang itu yang harus meninggalkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya dalam ketidaktahuan yang permanen, segala kesempatan baru harus kita maknai sebagai kesempatan terakhir. Seperti perkataan Rasulullah, “Shalatlah seperti shalat perpisahan.” Ya, artinya shalatlah seperti seakan ini shalat terakhir kita. Tidak ada yang tahu, apakah masih ada esok hari bagi kita atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sebuah perjalanan yang panjang, sesungguhnya hidup ini adalah kereta tua yang tidak pernah tahu kapan akan berhenti. Ia terus berjalan, melalui apa saja yang dihadapannya. Segala yang disisinya melambaikan perpisahan. Tetapi tak ada satupun orang yang mengerti kapan ia akan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap lambaian kehadiran, sesungguhnya, adalah lambaian perpisahan. Kita hadir untuk kembali. Kita datang untuk pulang, dan kita lahir untuk mati. Begitulah pada dasarnya. Tetapi garis lurus kehidupan yang singkat itu seringkali terasa indah dan lama, ketika di dalamnya banyak gemerlap hiasan dunia. Ada begitu banyak bunga-bunga hidup yang bisa melenakan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kita lahir sendiri. Tidak punya apa-apa. Sebagian kita mungkin kemudian punya begitu banyak karunia, rezeki dan kenikmatan lainnya. Tumbuh menjadi pintar, dewasa, dan mungkin kaya. Bagi sebagian kita, mungkin semua itu tinggal kisah masa lalu. Sebagain yang lain mungkin sedang mencoba mewariskan kebesaran itu pada anak cucunya. Sebagian lain mungkin tanpa bisa mengelak, tengah bersiap-siap mengubur kebesaran itu menjadi masa lalu yang hanya akan menjadi prasasti kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kita lahir sendiri, tidak punya apa-apa. Bila kemudian kita menjadi ramai bersama orang lain, atau menjadi punya begitu banyak apa-apa, sejujurnya, ada saat segalanya seperti jarum jam yang berputar kembali: kita kembali sendiri dan tak punya apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka di Ramadhan yang mulia ini, saat sumber kekayaan spiritual dilapangkan luas-luas, saat bermacam karunia tak diberikan pada bulan lainnya, harus ada kekhawatiran bagi kita, jangan-jangan ini Ramadhan terakhir kita.*&lt;a href="http://myquran.org/forum/index.php/topic,26957.0.html"&gt;My Quran.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-7047994284541189144?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/7047994284541189144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/lambaian-perpisahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/7047994284541189144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/7047994284541189144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/lambaian-perpisahan.html' title='Lambaian Perpisahan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-2679517922693426508</id><published>2007-09-10T10:55:00.000+07:00</published><updated>2007-08-10T12:49:25.740+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Ramadhan Tiba, Seberapa Besar “Wadah” yang anda siapkan??</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suatu ketika di sebuah tempat pengungsian terdengar pengumuman akan berlangsung pembagian makanan dari seorang dermawan. Makanan ini istimewa, berbeda dengan makanan yang dibagikan setiap harinya.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang disediakan jumlahnya sangat berlimpah. Setiap pengungsi boleh mengambil makanan pembagian itu sebanyak-banyaknya, tapi karena waktunya sempit, pembagian makanan hanya berlangsung satu kali saja. Karena itu, panitia mempersilahkan para pengungsi untuk membawa wadah atau tempat sebesar-besarnya agar dapat menampung makanan sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kebanyakan pengungsi tidak memperhatikan himbauan panitia. Saat berlangsung pembagian makanan, kebanyakan pengungsi hanya membawa wadah sebesar piring dan mangkuk kecil sehingga hanya sebesar wadah itulah mereka mendapatkan jatah makanan. Bahkan ada yang tidak membawa wadah apapun, sehingga cuma bisa mencicipi makanan itu dengan ujung jarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih bodoh lagi, ada yang tidak mau mendatangi tempat pembagian makanan. Mereka hanya menatap dari kejauhan sehingga jangankan dapat makanan, sekedar baunyapun mereka tak dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak pengungsi, hanya ada segelintir orang yang membawa wadah berukuran besar. Mereka yang sedikit ini tahu benar bahwa makanan yang dibagikan sangatlah lezat dan bergizi. Sebagian mereka ada yang membawa baskom besar, dan sebagian  lainnya panci besar. Dan ada satu-dua orang yang membawa drum dan ember yang besar. &lt;br /&gt;“Saya tahu makanan yang dibagikan sangatlah lezat dan bergizi, sehingga rugi rasanya kalau saya hanya mendapatkan sedikit,” kata si pembawa drum menjelaskan alasannya.&lt;br /&gt;“Kok banyak sekali makanan yang Anda ambil, apakah tidak khawatir dituduh serakah?”  tanya pengungsi yang lain.&lt;br /&gt;“Tidak,”  jawab pembawa drum dengan mantap, “Karena saya juga tahu sang pemberi makanan ini punya stok tak terbatas. Jadi sebanyak apapun makanan yang kita ambil, bahkan hinga satu truk pun kita ambil, setok masih tetap tersedia. Para pengungsi lain dijamin akan tetap kebagian meski masing-masing membawa wdah sebesar truk.” Subhanallah !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira seperti itu pula kondisi kaum muslimin dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan. Pada bulan ini Allah yang Maha kaya dan Maha Dermawan telah menyediakan pahala yang berlimpah-ruah untuk dibagi-bagikan kepada siapa saja yang berhasrat mendapatkannya. Begitu melimpahnya pahala yang Dia sediakan, sehingga setiap orang dapat mengambil sebanyak mungkin tanpa khawatir yang lain tidak kebagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak pahala yang dapat diraih seseorang?  Tergantung dari seberapa besar “wadah” yang kita persiapkan. Dalam hal ini “wadahnya” adalah diri kita sendiri, yakni dengan cara men-setting hati, pikiran, jasad, dan harta kita sehingga siap menangguk pahala Ramadhan sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon Rasulullah saw. dan para sahabatnya telah mempersiapkan kedatangan Ramadhan diri sejak bulan Rabi’ul Awwal, atau enam bulan sebelum ramadhan Tiba. Kemudian sejak bulan Rajab, atau dua bulan sebelum Ramadhan, gairah menyambut bulan suci kian berkobar. Selama dua bulan ini mereka selalau berdoa, “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampikanlah (usia) kami hingga Ramadhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dapat men-setting  diri kita sehingga mendapatkan  apa  yang telah Allah janjikan pada bulan yang mulia ini. Amin ya rabbal alamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-2679517922693426508?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/2679517922693426508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/08/ramadhan-tiba-seberapa-besar-wadah-yang_10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/2679517922693426508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/2679517922693426508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/08/ramadhan-tiba-seberapa-besar-wadah-yang_10.html' title='Ramadhan Tiba, Seberapa Besar “Wadah” yang anda siapkan??'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-8080135261447206403</id><published>2007-09-10T09:59:00.000+07:00</published><updated>2007-11-30T12:45:39.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Ramadhan Kurang Beberapa Hari, Apa Persiapan Anda?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ramadhan tinggal beberapa hari. Sebagaian kaum Muslim mempersiapkan diri. Tapi banyak juga yang tak tahu-menahu. Lantas, apa persiapan kita? Eman, 19, yang tahun ini kuliah di perguruan tinggi  berharap untuk memasuki fakultas kedokteran.&lt;span class="selengkapnya"&gt; Dan Ramadhan ini, ia akan pulang lebih awak dari sekolah untuk membantu ibu nya mempersiapkan makanan sore, menahan diri untuk tak mencicipi makanan. “ Ini suatu pesta besar, seperti makan malam kalkun pada Thanksgiving,” dia berkata. Bagi Eman, puasa memberi pelajaran kesabaran dan pengendalian-diri nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan Muhammad (16), yang kini dudul Tempe’s Corona del Sol High School. Baginya, ia terpaksa harus rela memilih berpisah dari teman-temannya yang biasa main sepak bola dan basket di akhir pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku harus memilih salah  satu, maka saya lebih memilih Al-Quran. Sebab sepak bola adalah sesuatu hal musiman, tetapi Al-Quran akan menginap di rumah aku  untuk selamanya,” ujar Muhammad. Dan gol nya, setelah lulus nanti, ia, akan pergi ke Mesir dan menghabiskan tujuh tahun belajar syariah, atau Hukum Islam, dan mungkin, suatu hari akan menjadi imam di suatu mesjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Ramadhan masih lima hari lagi,  keluarga pasangan Abdelmoneim dan Amal Mabrouk serta Sembilan anaknya nampak sibuk mempersiapkan diri. Bersama keluarga besarnya, mulai latihan berpuasa, untuk menindas kebiasaan makan mereka dan mengarahkan aktivitas keduniawian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini  suatu hal yang baik kamu praktekan,” kata putranya yang berumur  11 tahun, Yassin. “ Di hari pertama, itu benar-benar  sulit sebab kamu tidak terbiasa untuk itu, dan kemudian setelah 10 hari, kamu masih berjuang.” Dan nanti, sepanjang 10 hari terakhir, keluarga ini akan lebih sering berada di masjis guna mengambil energi dari bulan Ramadhan, tiang Islam yang ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga pasangan Abdelmoneim dan Amal Mabrouk adalah salah satu contoh dari sekian keluarga Muslim yang kini tinggal di Amerika Serikat (AS).  Ramadhan dimulai pada  hari Kamis depan. Tapi persiapan keluarga ini sudah cukup matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Juni lalu, misalnya, di selatan masjis Tempe,  Muhammad telah mendapat sertifikat lulus hafalan Al- Quran, suatu kecakapan membaca dan menghafal ayat Al-Quran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, ini akan menjadi kitab yang paling dihafalkan di seluruh dunia,” ujar Muhammad. “ Adalah hal sulit  di Amerika, sebab  di sini tidak ada  masjid di sekitar sini  untuk dapan belajar, ” ujarnya dikutip Tribune.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Selama Ramadhan, ibu ku membuat makanan yang menarik tidak seperti hari-hari biasa,”  ujar Yousef sembari tersenyum. Puasa juga menyebabkan orang-orang di sekitar sering menanyakan, “Ketika orang-orang bertemu denganku, aku katakan, ”Aku berpuasa,” ujar kakaknya, Eman.  Dan itu memimpin ke arah suatu perbincangan, terutama memberi pengenalan tentang Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama sepanjang bulan Ramadhan, keluarga ini nampak secara kontinyu bolak-balik ke masjid untuk doa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meriah Lampion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasa menjelang datangnya bulan Ramadhan nampak meriah di Mesir. Di negeri piramid ini suasanya terasa agak berbeda. Tenda-tenda toko berwarna merah dengan corak bunga yang khas mulai menghiasa tepi jalanan protokol. Rumah-rumah dan dang-gang mulai memasang lampion Ramadhan yang kebanyakan berwarna merah. Masjid-masjid pun dihias dengan lampu warna-warni, sehingga ketika malam hari masjid-masjid tampak gemerlapan. Bagi masyarakat Mesir, hal ini adalah sebuah ungkapan rasa syukur atas datangnya bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas tetap berjalan walau bulan Ramadhan, akan tetapi ibadah yang lain juga tidak ditinggalkan. Agar tetap bisa membaca Al Quran, para pegawai dan pelajar membawa Al Quran ukuran saku. Sehingga jangan heran jika banyak menjumpai orang membaca Al Quran, baik itu di halte-halte, dalam trem atau bus. Bahkan tampak beberapa anggota militer yang berseragam hitam-hitam bersenjatakan AK 47 membaca Al Quran di dalam pos penjagaan mereka di tiap persimpangan jalan. Ini adalah pemandangan lazim yang bisa kita temui selain di bulan Ramadhan, walau tidak terlalu banyak. Karena memang rakyat Mesir sudah amat ”akrab” dengan Al Quran. Survei tahun 2002 menunjukkan bahwa 18 persen dari penduduk mesir yang berjumlah 67 juta jiwa adalah hafidz (hafal) Al Quran, maka jika ada 6 orang Mesir, maka salah satunya hafidz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk berbuka puasa, banyak tempat yang menyediakannya secara gratis, baik itu atas nama pribadi atau organisasi, yang biasanya disebut dengan maidaturrahman. Di sana juga ada kue khusus yang hanya ditemukan ketika Ramadhan, yaitu atayef (seperti kue serabi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat terawih biasanya membludak hingga tepi jalan, umumnyanya panjang bacaan satu juz dalam satu malam, sehingga ditargetkan khatam 30, setelah Ramadhan berakhir. Tapi ada beberapa masjid yang memiliki bacaan extra panjang, semisal masjid Imam Syafi’i yang mentargetkan satu malam 5 juz, hingga shalat tarawih selesai menjelang sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi jamaahnya tetap ramai, karena rata-rata mereka adalah hufadz Al Quran. Masjid Amru bin Ash juga banyak didatangi, karena imamnya, Syaikh Jibril terkenal memiliki suara yang merdu. Tidak hanya suara, tapi doa qunut witirnya nya yang panjang hingga satu jam juga memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan Indonesia, di Mesir ternyata ada juga tradisi ronda untuk membangunkan orang sahur, yaitu dengan memukul benda-benda sambil mengelilingi kampung dan berseru, ”ramadan kariiim!” (Ramadhan yang mulia) Jika berpapasan maka kita menjawab, ”Allahu Akram” (Allah yang Maha Mulya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sepuluh malam terakhir, terlihat kaum muslim, khususnya anak-anak muda, dengan ransel mereka, berbondong-bondong menuju masjid, untuk melakukan i’tikaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arab Saudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana Ramadhan di Arab Saudi tidaklah terlalu berbeda dengan suasana di negara Timur Tengah lainnya. Rata-rata mereka memiliki antusias tinggi dalam menyongsong bulan yeng penuh berkah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ada yang istimewa di sana, tepatnya di masjid Al Haram Makkah dan masjid Nabawi, Madina. Di waktu-waktu tertentu jumlah jama’ah di kedua masjid itu melebihi jumlah jama’ah pada saat musim haji. Yaitu pada malam-malam ganjil di bulan Ramadhan, khususnya malam ke 27. Hal itu dikarenakan seluruh muslim di dunia berkumpul di tempat ini untuk memburu Lailatul Qadar, dan penduduk lokal pun tidak mau tertinggal, sehingga pada hari-hari itu shalat jama’ah dipusatkan di Masjid Al Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat terawih sebanyak 23 rakaat dengan sujud dan rukuk yang cukup lama, sehingga seseorang yang sudah dilanda kantuk bisa saja langsung terlelap, apalagi dengan bacaan imam yang merdu. Di akhir raka’at doa qunut panjang yang banyak berisi permohonan pertolongan terhadap umat ini dikumandangkan, sehingga banyak jama’ah yang terseduh-seduh karena begitu khidmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyaknya jumlah jama’ah di masjid Al Haram, maka jika seseorang ingin beri’tikaf ia harus memesan tempat, yang hanya berupa gelaran sajadah atau selimut. Karena kemudahan itu, maka sering terjadi tengkar mulut dan adegan saling desak serta klaim “kapling” ketika hendak melakukan shalat. Maka bisa dibayangkan jika waktu istirahat malam tiba, maka jama’ah bak ikan-ikan yang berjajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk berbuka, para muhsinin sudah mempersiapkan makanan dan minuman yang diletakkan di atas plasik panjang di lantai masjid dan itu sudah dilakukan setelah shalat Ashar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun di Masjid Nabawi, suasana relatif lebih tenang, tidak sepadat masjid Al Haram, sehingga mereka yang beri’tikaf bisa membawa tas-tas besar berserta peralatan. Makanan berat pun disediakan secara cuma-cuma dan antusias mereka untuk menjamu orang yang berpuasa amat tinggi, sehingga banyak yang berebut dan menarik-narik tangan para jama’ah agar ikut berbuka bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilang Semangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan keluarga Amal Mabrouk, dan beberapa warga Muslim lain di seluruh dunia yang bergembira menyambut datangnya Ramadhan,  Huda Abdullah (65), nenek asal Iraq ini mulai kehilangan minatnya pada Ramadhan. Sebelum hadirnya pasukan asing meluluh-lantakkan negerinya, ia terbiasa menanti bulan suci ini dengan suka-ria. Bahkan, selalu ada perayaan menyambutnya. Namun, kali ini dia tak begitu berminat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, sebelum datangnya pasukan asing di bawah Amerika, dia menyambut Ramadhan, dengan pergi ke pasar. Membeli daging,  telor dan barang-barang lain. Ketika perayaan dimulai, ia bersama empat anaknya serta famili lain akan berkumpul menyantap makanan. Ada kacang-kacangan, sup, sate biri-biri  dan panggang ayam. Kemudian, keseluruhan keluarga itu akan berjalan-jalan di sepanjang jalan Baghdad selama berjam-jam setelah gelap dan menyambut para teman dan tetangganya. Tapi, melihat kondisi Iraq, mungkin itu hanyalah ilusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ramadhan kali ini telah membuat hilangnya selera saya," ujar Abdullah. " Di masa lalu, kita  bahkan menunggu dan menghitung hari untuk menerima Ramadhan. Sekarang aku tidaklah tertarik sama sekali,” tambahnya. Penyebabnya tak lain kondisi Baghdad yang hancur dan tak ada rasa aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak invasi yang dilakukan Amerika tahun 2003, kekerasan telah meningkat selama Ramadhan. Ketidak amanan di Iraq menjadi pembatas gerakan masyarakat umum. Selain  ada pasukan asing, penculikan para milisi juga ada di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan tahun lalu, polisi  Iraq justru menghalang-halangi akses beberapa masjid selama bulan Ramadhan  karena perkelahian sektarian, ujar Karam Hareth (34), seorang karyawan di Kementrian, sebagaimana dikutip USA Today.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pedagang  Iraq juga mengaku kekurangan uang. Abdel Hamid Alwan (56),  yang biasa berjualan di Malika supermarket, di Baghdad timur, mengaku tak kurang persediaan barang di toko nya. Tapi ya itu tadi, banyak barang tidak laku.  "Sedikit sekali  orang  yang berbelanja," ujarnya.  Baghdad, tak ubahnya suatu kota besar yang mati ketika malam datang, ujar Hareth. Meski agak frustasi, setidaknya bagi Abdullah dan Hareth, ia masih berharap bisa menyambut Ramadhan sebagaimana sebelum datanya pasukan asing di negerinya. &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=5336&amp;Itemid=1"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-8080135261447206403?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/8080135261447206403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/ramadhan-kurang-beberapa-hari-apa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/8080135261447206403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/8080135261447206403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/ramadhan-kurang-beberapa-hari-apa.html' title='Ramadhan Kurang Beberapa Hari, Apa Persiapan Anda?'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-8259765000117268404</id><published>2007-09-09T11:58:00.000+07:00</published><updated>2007-09-03T12:06:09.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>”Akhirnya, Kuperbaiki Ibadahku”</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku belum tahu, rahasia apa sesungguhnya yang diberikan Allah atas segala musibah ini.   Tapi, semuanya membuat aku lebih dekat denganMu, Ya Allah!&lt;br /&gt;Ramadhan tahun ini sudah di depan mata. Rasa syukurku tiada habisnya, mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Alloh SWT. Mengingat kembali Ramadhan dan Lebaran, masih ada haru yang tersisa.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun yang lalu, 1 Rajab 1427 Hijriyah, alhamdulillah anakku yang kedua telah lahir, laki-laki, kuberi nama Fawwaz Ihsan. Bagiku nama adalah doa. Aku berharap anakku akan menjadi anak yang ihsan, senantiasa mendapatkan kemenangan dan kebaikan dari Alloh Maha Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaanku saat itu tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Doaku telah dikabulkan. Setelah 7 tahun yang lalu aku dikaruniai seorang anak perempuan, Allah mengabulkanku memiliki anak laki-laki. Tapi, mungkin ini kesempatanku yang terakhir untuk bisa mengandung. Dokter melarangku untuk mengandung lagi. Selama 9 bulan aku mengandung, aku sering mengalami gangguan kesehatan. Mulai dari vertigo yang cukup serius hingga aku harus menjalani perawatan dokter spesialis syaraf terus menerus sampai saat melahirkan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal kehamilanku dokter kandunganku juga telah memberitahu bahwa aku mengalami placenta previa, sehingga aku harus melewati saat-saat yang dinanti semua wanita itu melalui operasi caesar kembali. Tidak hanya itu saja gangguan kesehatan yang aku alami. Di usia 6 bulan kehamilan, hemorhoid atau sering juga disebut wasir sejak lama aku alami, semakin parah hingga cukup mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu kandunganku yang kedua memasuki usia 7 bulan. Tiba-tiba di suatu malam aku pingsan!!! Tidak sadarkan diri. Saat itu suami dan anakku berlari ke tetangga mencari pertolongan. Untunglah aku mempunyai tetangga-tetangga yang baik. Dengan dibantu tetangga, suamiku segera membawaku ke dokter kandungan untuk menjalani pemeriksaan. Terpaksa, anakku yang pertama, Tia, dititipkan di rumah tetangga. Aku dirujuk ke rumah sakit. Dugaan dokter aku mengalami gangguan usus buntu akut. Dan ternyata setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dokter bedah mengharuskan aku untuk operasi appendix (usus buntu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan dokter itu membuatku gamang. Betapa tidak, di satu sisi aku bersyukur karena sakit yang kurasakan kurang lebih selama 6 tahun telah diketemukan penyebabnya. Namun di sisi yang lain, aku bertanya kenapa harus sekarang? Mengapa harus aku alami di saat aku tengah hamil? Bagaimana dengan bayi yang kukandung? Tak seorang pun yang bisa menjawabnya. Tidak juga dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan menanti melahirkan, aku terus memperdengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran dari radio untuk bayiku melalui tape recorder atau aku bacakan sendiri. Bekas operasi usus buntuku juga masih sakit. Sementara itu,  perutku terus membesar. Menurut hasil USG, Insya Alloh anak yang berada dalam kandunganku adalah laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 27 Juli 2006, adalah tanggal yang ditetapkan dokter bagiku untuk menjalani operasi melahirkan. Sebelum berangkat, aku berpamitan ke tetangga juga pada anakku yang pertama agar ikut mendoakanku adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah sakit, semua siap menungguku. Kulihat dokter kandungan, dokter anak, dan dokter anestesi serta para asistennya sudah berada di ruang operasi. Di atas meja operasi, surat Al fatihah tiada henti aku ucapkan. Operasi kali ini kurasakan lebih berat. Aku mual dan muntah sepanjang operasi. Sesak dan sulit bernapas. Aku dengar asisten dokter berkata, "Dok, pendarahan..." Aku terus berdoa. Sebentar kemudian aku mendengar suara seperti suara sebuah alat menyedot cairan. Beberapa menit kemudian terdengar lagi asisten dokter berkata, "Dok, pendarahan lagi..." Sebentar kemudian aku mendengar lagi suara seperti suara sebuah alat menyedot cairan. Dan kejadian seperti itu berulang sampai tiga kali. Suara asisten dokter terdengar lagi, "Dok, tensi turun 100/54..." Aku masih terus berdoa. Beberapa waktu kemudian dokter berkata," Siap-siap ya ... dorong,". Sesaat kemudian perutku didorong hingga beberapa detik aku tidak bisa bernapas. Aku merasa dorongan itu adalah untuk mengeluarkan bayi dalam perutku. Aku merasa sangat lemas dan bertambah sesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga jam di meja operasi terasa sangat lama bagiku. Alhamdulillah semuanya sudah terlewati. Aku telah dipindahkan ke kamar. Meski lemas, aku masih bisa berpikir," Mengapa tak terdengar tangis bayiku?" Ah,.... semoga tidak apa-apa. Tak lama kemudian seorang perawat menunjukkan kepadaku seorang bayi," Ini, Bu bayinya. Laki-laki. Beratnya 3,7 panjangnya 50.".  Aku hanya bisa mendesah pelan," Alhamdulillaah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tetalu lama aku menunggui bayiku. Biasanya, sesudah dibersihkan segera diberikan ke ibunya untuk segera disusui yang pertama. Saat kutanyakan kepada suami, ia hanya tersenyum dan mengatakan bahwa bayiku diletakkan di ruangan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dokter kandungan menjengukku, betapa kagetnya aku saat mendengar jawaban bayiku dirawat di Neonatus Intensif Care Unit (NICU). Suamiku tak paham, jika yang dimaksud dengan ruangan khusus bayi itu adalah NICU. Biasanya, bayi-bayi yang ditempat di tempat ini karena membutuhkan  perawatan khusus untuk mempertahankan kehidupannya. Ia tak pernah bertanya mengapa bayi kami diletakkan di sana.  Ah ... begitulah suamiku.  Mungkin ini bedanya kasih seorang bapak dan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merenung, ujian apa lagi yang diberikan Alloh padaku. Baru sebentar aku merasa bahagia. Tapi ternyata kebahagiaanku itu tak berlangsung lama. Enam jam setelah lahir, bayiku masuk NICU karena biru. Ketika aku tanyakan apakah tidak ada kemungkinan kelainan jantung, dokter anak memberikan penjelasan bahwa itu bisa saja terjadi karena penyesuaian suhu dari rahim menuju ke dunia luar. Syukurlah. Dua hari di NICU, akhirnya bayiku dipindah ke ruanganku. Betapa bahagianya aku saat menyusui tiba. Tapi aku sedikit heran karena berbeda dengan kakaknya dulu. Bayiku ini tidak begitu suka minum. Ada perasaan tidak enak di hatiku. Hanya semalam aku bersama bayiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya kulihat wajah bayiku kuning. Kembali bayiku dirawat di ruang terpisah. Aku bertanya-tanya dalam hati, apakah tidak menangisnya bayiku ketika lahir adalah suatu pertanda? Mengapa bayiku berwarna biru? Dan mengapa sekarang berwarna kuning?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari setelah dipisahkan dariku, kembali aku bisa bersama dengan bayiku dalam satu ruangan yang sama. Meski begitu, kami berdua belum diijinkan pulang oleh dokter. Bayiku masih terus dipantau dokter. Setiap 2 jam aku harus memberinya minum 10 cc, begitu pesan dokter. Aku jaga jangan sampai bayiku kurang minum lagi. Memang sangat susah membuat dia mau minum. Perutnya digelitiki, kakinya harus dijentik-jentik dengan jari, apapun aku lakukan agar dia mau minum. Sebenarnya menurutku dia sangat ingin minum. Tapi nampaknya dia tidak kuat untuk mengisap. Sering dia tersedak, dan muntah. Lima hari kami berada di rumah sakit, dan alhamdulillah akhirnya kami diijinkan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari sepulang dari rumah sakit, aku sempatkan untuk melaksanakan aqiqah untuk Ikhsan, begitu aku memanggilnya.  Semenjak pulang dari rumah sakit, rata-rata dua kali seminggu aku membawa Ihsan ke dokter anak.  Diare yang tak kunjung sembuh, dan biru yang tetap membayang di sekujur tubuhnya membuat perasaanku semakin gundah. Sementara dokter tak jua menemukan penyakitnya. Setiap kali aku bertanya ke dokter, jawabannya selalu sama, "Anak ibu tidak apa-apa”.  Namun kata-kata dokter itu tidak juga membuatku tenang. Periksa ke laborat juga sudah tak terhitung jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku semakin gelisah jika setiap kali melihat dia menangis. Tubuhnya membiru bahkan cenderung hitam jika dia menangis. Dadanya bentuknya aneh. Kadang dadanya naik turun dengan cepat saat dia bernafas, kadang juga nafasnya berhenti beberapa saat lamanya. Kepalanya sering mengangguk-angguk saat dia bernapas. Aku sering berdebat dengan suamiku. Menurutku ada sesuatu dengan anak keduaku ini. Tapi menurut suamiku Ihsan mewarisi kulit kakeknya, hitam, dan nafas seperti itu biasa untuk bayi, tidak apa-apa. Aku tetap tidak bisa menerima argumennya. Apalagi setiap tamu yang menjenguk selalu mengatakan kulit Ihsan biru. Kukunya pun biru. Bahkan bibir dan lidahnya juga biru. Dan aku memang melihatnya begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari sejak dia berada di rumah, hampir tidak pernah mau ditidurkan di tempat tidurnya. Maunya selalu minta digendong. Itupun masih sering rewel juga. Nyaris aku tidak punya waktu untuk istirahat. Satu hal yang agak melegakan hatiku, Ihsan hanya mau minum ASI, tidak susu yang lain. Itu yang membuat aku bersemangat untuk tetap memberikan ASI yang terbaik untuknya. Aku jaga makananku agar ASI ku cukup untuknya. Tapi mungkin karena faktor umur, ASI ku tak sebanyak dulu. Suplemen-suplemen untuk melancarkan ASI ku minum, makan sayuran yang banyak, semua kulakukan agar ASI ku tetap ada untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai Ihsan berusia 56 hari, biru di sekujur tubuhnya masih tetap ada. Aku putuskan membawanya lagi ke dokter, dan aku sudah bertekad akan aku cari apa penyebabnya ke manapun. Aku sudah tidak sabar lagi mencari jawaban atas keanehan-keanehan yang terjadi pada Ihsan. Aku sudah tak tega lagi melihat penderitaannya. Walaupun aku ditentang suami dan mertuaku, aku sudah bertekad untuk mencari jawabannya. Dan aku berdoa mudah-mudahan segera diberikan petunjuk oleh Alloh swt. Sebenarnya dokter masih saja bersikukuh dengan jawaban yang sama, tidak apa-apa. Sekali lagi aku berusaha menjelaskan bagaimana kondisi anakku setiap harinya. Tubuh dan kuku masih tetap membiru, dan semakin menghitam jika dia menangis. Sering muntah melalui hidung, dan diare yang tak kunjung berhenti. Berat badan yang semakin hari tidak juga bertambah. Hingga akhirnya aku memohon ke dokter, "Sebaiknya saya harus kemana, Dok, agar saya bisa menemukan jawaban?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dokter menyarankan aku untuk mencoba memeriksakan Ihsan ke dokter spesialis jantung anak, dengan membawa surat pengantar dari beliau. Karena tekadku sudah bulat, saat itu juga aku langsung membawa Ihsan ke Prof. Dr. Teddy, seorang dokter spesialis jantung anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu, anak ibu sudah kritis. Dia gagal jantung. Kenapa baru dibawa ke sini?" dengan nada agak tinggi dr. Teddy berkata kepadaku, saat keesokan harinya aku bawa anakku ke sana. Aku dan suamiku terdiam, tak tahu harus berkata apa. Pandangan mata kami menatap ke dr. Teddy seakan tak percaya. "Sekarang juga anak ini harus opname di RS Dr. Sutomo, anak ini sesak nafas!" begitu kata-kata dr. Teddy menyadarkan keterkejutan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan pulang dari tempat praktek dr. Teddy ke rumah, aku tak bisa menahan tangisku. Suamiku hanya diam sambil menggendong Ihsan dalam pelukannya. Diciuminya Ihsan. Ada sesal di hati kami, mengapa baru sekarang kami mengetahuinya. Betapa bodohnya kami 56 hari dia menderita tapi tidak seorangpun yang tahu. Aku merasa sangat berdosa pada Ihsan. lbu macam apa aku ini hingga tak tahu apa yang dirasakan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hari, apa yang aku lakukan hingga mataku buta, telingaku tuli tak bisa memahami tangisan anak yang telah aku lahirkan sendiri. Aku dan suami saling menyalahkan. Suamiku menyalahkan aku, kenapa selama hamil aku sakit-sakitan, minum bermacam-macam obat, atau mungkin juga pengaruh dari operasi usus buntu? Aku tidak mau kalah. Aku menyalahkan suamiku, ini akibatnya jika waktu hamil ibunya mengalami depresi, mungkin ini juga karena faktor keturunan dari adik suamiku yang meninggal karena kelainan jantung, atau karena suamiku tidak berdoa ketika janin terbentuk dulu. Kami berdua hanya bisa saling menyalahkan dan menyalahkan. Ada nada menggugat Allah. Ya Alloh, dosa dan salah apa yang telah aku lakukan hingga Engkau menguji kami seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak ini mengalami kelainan jantung TGA dan VSD, Bu. Anak ibu harus menjalani operasi. Dan operasi ini tidak bisa dilakukan di Surabaya. Biayanya kurang lebih 100 juta!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seratus juta, Dokter?" aku mengulangi kata-kata dokter mungkin pendengaranku salah. Tapi ternyata tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya. 100 juta." lanjut dr. Mahrus yang melakukan pemeriksaan echo untuk Ihsan. Aku diam tergugu. Bingung, dari mana aku dapatkan uang sebanyak itu? Sedang tabunganku saat itu tinggal 3 juta. Apakah aku akan membiarkan anakku? Ataukah aku membawanya kembali pulang dan menunggu saat itu tiba? Itu berarti aku menjadi orang tua pengecut, tidak mau berusaha demi kesembuhan anaknya. Tapi jika kuturuti saran dokter, darimana aku memperoleh uang 100 juta?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Alloh, Engkau telah belanji tidak akan memberikan ujian kepada umatMu melebihi dari kesanggupannya. Tapi mengapa ya Alloh, Engkau beri aku ujian seperti ini?  Beri kami kemudahan ... Ya Alloh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, Alloh memberi jalan. Atas dukungan dari orang tua, saudara, kerabat, tetangga, teman semuanya kami memutuskan untuk berangkat ke Jakarta. Di Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita di Jakartasaya bisa menggunakan Askes PNS. Dan kami cukup menyediakan uang sekitar 15 juta. Orang tua, mertua, sanak saudara dengan ikhlas membantu kami. Mereka harus mengambil uang tabungan yang juga tidak banyak, Bahkn ada yang menjual tanah yang tidak seberapa luas, dan menjual perhiasan yang juga tidak seberapa. Suamiku juga menawarkan rumah kami untuk dijual, namun,  sampai saat ini belum juga laku terjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi masih juga ada masalah, Ihsan harus tetap memakai oksigen dan infus untuk ke Jakarta. Maskapai penerbangan yang punya fasilitas seperti itu hanya Garuda Airlines. Dan itu harus melalui ijin khusus dan deposit sebesar $ 1,000 atau Rp. 16 juta. Alhamdulillah, Alloh masih memberi kemudahan. Tanpa diduga. Atasan suamiku, bersedia membantu mengurus ijin dan tiketnya, sekaligus meminjami uang kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, di hari ke-3 bulan Ramadhan, Ihsan, aku, suamiku, dan seorang perawat yang mendampingi selama perjalanan ke Jakarta, berangkat menuju bandara Juanda dengan diantar ambulan. Semua orang, termasuk orangtuaku, mertua,tetangga dan teman-teman kerja suamiku,  mengantar keberangkatan kami sampai ke bandara.  Sebelum berangkat, Bapakku berpesan "Jangan lupa baca terus Laa haula walaa quwwata illa billah." Air mata ini semakin deras, saat aku berpamitan ke Tia, anak kami pertama. Dengan keberangkatan ke Jakarta, otomatis, kami harus meninggalkan Tia untuk waktu yang tidak jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya Allah, hanya Engkau yang mampu hadir dalam segala kesedihanku. Menyediakan diriMu untuk selalu mendengar curahan-curahan kesedihanku yang tak mungkin seorang pun tahu.  RahasiaMu yang Maha Besar mungkin belum bisa kucerna, atau mungkin kehendakMu ini adalah untuk membuat aku lebih tegar menghadapi sisa umurku..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku titipkan anak-anakku padaMu ya Allah, karena hanya Engkaulah yang bisa membimbing mereka, dan hanya Engkaulah yang aku yakini dapat menjadikan mereka menjadi orang-orang yang baik dan terpilih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TGA, VSD ...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, huruf-huruf itu tak mempunyai makna bagiku. Tapi sekarang ini, huruf-huruf itu tidak asing lagi bagiku. TGA adalah Transposition of the Great Arteries, dimana secara umum bisa diartikan bahwa aorta tertukar tempatnya dengan arteri pulmonalis, sehingga fungsinya pun tidak normal. Itulah yang menyebabkan darah yang mengalir di tubuh tidak mengandung oksigen, dan membuat si penderita menjadi biru. Untuk dapat bertahan hidup, tergantung dari peran lubang-lubang pada sekat jantung (VSD= Ventricular Septal Defect).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di RS Harapan Kita peralatannya lebih lengkap dan canggih. Pelayanan dokter maupun perawatnya pun sangat baik. Ruang khusus untuk anak berada di lantai 7 dan lantai 8. Di sana dokter yang bertugas cukup banyak. Hampir semua dokter mengatakan aku harus siap mental. Benar-benar harus siap mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bu, anak ibu mengalami kelainan jantung TGA. lbu banyak doa aja, karena TGA itu kasus yang paling sulit. Operasinya lebih rumit, dan kemungkinan di ICUnya juga lebih lama. lbu harus siap mental"      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakannya dengan halus, namun ada juga yang menyampaikannya dengan nada merendahkan, "Kalau TGA mah banyak doa aja, deh. Tunggu keajaiban. Apalagi udah 2 bulan usianya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh…….ujian ini begitu berat bagiku. Mengapa justru di saat aku merasa lebih dekat denganMu di sepanjang usiaku, Engkau memberiku ujian seperti ini. Mengapa Ramadhan kali ini harus kulalui seperti ini?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah....jika dengan ini imanku padaMu bertambah, aku amat rela dan memang hanya padaMu aku berserah diri. Aku tidak memintaMu untuk mengambilnya dariku sehingga aku melupakanMu, namun aku mohon kuatkanlah pundakku agar terasa ringan aku memikulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan 1427 H, aku berdua dengan suamiku menunggui Ihsan. Ramadhan kali ini kami jalani dengan keprihatinan. Aku masih belum berpuasa karena aku harus menjaga ASI ku yang semakin hari semakin berkurang. Beban fikiran, serta sulitnya mendapat sayuran membuat ASIku semakin berkurang. Terlebih lagi aku memberikan ASI tidak bisa secara langsung, akan tetapi harus dipompa dulu, karena Ihsan minum melalui selang yang dimasukkan lewat hidungnya. Minumnya diukur menurut ukuran tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istighfar, tasbih, dan tahmid hampir tiada henti terucapkan. Berdoa dan membaca Al Quran adalah kebutuhan bagi kami. Barangkali ini hikmahnya. Alloh ingin mendengar doa-doa kami. Selama menunggu waktu operasi bagi Ihsan, aku sendiri menyaksikan anak-anak yang mengalami TGA memang lebih mengkhawatirkan. Batas waktu usia bagi penderita TGA menurut teori kedokteran hanya 3 bulan! Waktu yang terbaik dilakukan operasi adalah sebelum 3 bulan. Jika dilakukan operasi, operasinya memakan waktu 7-8 jam, dirawat di ICU sampai 13 hari. Bahkan pernah keluarga pasien dipanggil dokter karena pasien kritis. Ada lagi pasien TGA dari Yogya yang operasinya tidak berhasil, dan pasien meninggal di meja operasi. Ada juga pasien TGA yang meninggal sebelum dilakukan operasi. Tapi ada juga pasien TGA hingga berusia 12 tahun baru dilakukan pembedahan! Subhanallah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter-dokter lebih sering mengingatkan aku untuk menyiapkan mental. Operasi apapun, apalagi jantung, kata dokter, tak bida dikalkulas keberhasilannya. Aku terkesiap mendengar jawaban dokter. Astaghfirullah....hampir aku lupa dengan kuasaMu ya Alloh... Upaya apapun, hanya Engkau yang punya hak, Ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku ditangani banyak ahli.  Dr. Poppy, dokter spesialis jantung anak adalah dokter yang sangat baik. Dr. Yusuf Rakhmat, dokter spesialis bedah jantung --yang akan melakukan operasi nanti-- adalah dokter bedah senior. Banyak orang yang tak pernah kukenal sebelumnya menjenguk kami di rumah sakit. Ini dorongan bagi kami untuk terus tabah menjalani ujian ini. Mereka dengan sukarela menawarkan bantuan kepada kami jika kami membutuhkan. Subhanalloh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Oktober 2006, kurang lebih seminggu sebelum Idul Fitri tiba, jadwal operasi yang ditetapkan dokter untuk Ihsan. Menjelang operasi, kutemani Ihsan menjalani puasanya. Kutidurkan ia di pangkuanku dan kupandangi wajahnya sepuas-puasnya. Kuletakkan tangan kananku tepat di jantungnya. Kupanjatkan terus doa Alloohumma robbannaasi adzhibil ba'sa wasyfi antasysyaafi laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughoodiru saqomaa, ya Alloh.. (Tuhan Manusia, hilangkanlah bencana ini dan sembuhkanlah. Engkaulah Dzat Yang Maha Penyembuh, tiada penyembuhan kecuali penyembuhanMu dengan kesembuhan yang tiada menyisakan sakit sedikitpun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata ini tetap mengalir. Ada terbersit dalam benakku, jika Alloh memberinya kesembuhan, aku masih akan bisa memeluknya. Tapi .... jika Alloh berkehendak yang lain, maka waktuku bersama Ihsan hanya tinggal beberapa jam saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ahad pagi, tepat jam 7.30 menjelang Idul Fitri  Ihsan menjalani operasi. Pukul 15.30, hampir delapan jam operasi baru selesai. Dan aku dan suamiku hanya bisa melihatnya dari jendela kaca di ICU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berada di ICU, aku dan suamiku,  menjadi lebih akrab dengan para orangtua yang juga menunggu anaknya. Kami merasa dekat dan senasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Idul Fitri tiba, dokter dan perawat yang Muslim banyak yang mengambil cuti. Yang bertugas di hari-hari itu kebanyakan adalah dokter dan perawat non-Muslim. Suasana di rumah sakit menjadi sepi. Pasien-pasien ICU banyak yang sudah dipindahkan ke Intermediate Ward (IW). Pasien- pasien yang ada di lantai 7 pun banyak yang telah diijinkan pulang. Rumah sakit tidak menjadwalkan operasi lagi, kecuali jika ada emergency. Tinggal Ihsan dan Amel dari Solo yang ada di ICU. Aku merasa nelangsa. Semestinya di hari-hari seperti ini, semua berkumpul dengan keluarga besar, merayakan hari Lebaran. Mempersiapkan kue-kue lebaran, menyiapkan baju baru untuk anak-anak. Tapi kali ini tidak. Aku semakin sedih saat anakku, Tia, mengirimkan sms untukku, "Ibu, bapak, adik, Tia kangen. Kapan bapak, ibu, dan adik pulang? Sebentar lagi hari raya. Lebaran pulang ya Bu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idul Fitri 1 Syawal 1427 telah tiba. Ihsan masih di ICU juga. Hari itu SMS banyak sekali masuk mengucapkan selamat idul fitri. Aku malas membalasnya. Bukan karena apa, aku hanya tidak ingin perasaanku terbawa sedih. Dari jendela toilet di lantai  7 aku melihat orang-orang bersama-sama keluarganya berbondong-bondong berangkat sholat led. Aku iri melihat mereka. Mengapa aku harus berada di sini? Dalam kondisi seperti ini? Takbir dari masjid-masjid di sekitar rumah sakit terdengar jelas. Aku tidak mau menangis. Cepat-cepat aku keluar dari toilet, dan kembali ke ruang tunggu ICU di lantai 8. Aku menunggu suamiku sholat led.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku lihat suamiku menangis. Ketika kutanya ada apa, dia tidak bisa menjawab, hanya menangis. Setelah agak tenang, dia baru bercerita baru saja dia menerima telfon dari adik-adiknya dan mertuaku. Semuanya menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semantara teman Ikhsan, Amel, dari Solo sudah dipindahkan ke IW, karena sudah membaik. Tinggal Ihsan sendiri di ICU. Aku mulai putus asa. Kondisi Ihsan belum juga membaik. Bahkan dari keterangan dokter diduga Ihsan mengalami sepsis, infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh. Ya Alloh... aku benar-benar putus asa. Setiap jam 2 malam aku selalu sholat memohon keajaiban padaMu, membaca Al-Quran hingga fajar tiba, tapi mengapa belum berakhir juga ujianMu padaku? Ataukah ini hukuman bagiku? Dosa apa yang telah aku lakukan sehingga Engkau menjadi murka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua bulan Ihsan, aku, dan suamiku di Jakarta berihtiar mencari kesembuhan. Akhirnya, pada 24 November 2006 kami pulang kembali ke Surabaya. Alhamdulillah sekarang semua sudah aku lewati.  Ikhsan, sudah boleh dibawah pulang. Walau setelah itu kami masih diberi ujian lagi, Ihsan baru saja khitan, karena adanya fimosis. Saat menulis ini, typhusku juga tengah kambuh, setelah 2 bulan yang lalu aku menjalani rawat inap. Dan si Ikhsan, juga mengalami gangguan pada hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai ujian yang diberikan padaku, akhirnya membuat aku belajar introspeksi diri. Kuperbaiki ibadahku, berusaha selalu berbuat baik pada siapapun, lebih banyak bersedekah. Dan, berusaha untuk selalu bersabar. Mudah-mudahan Alloh memberi kemudahan bagiku, sehingga aku bisa melanjutkan lagi studiku yang sempat tertunda. Mudah-mudahan pula,  semua orang yang telah memberikan pertolongan pada kami sekeluarga, walau sekecil apapun, akan diberikan kelipatgandaan barokah dari Alloh swt.  Alloohumma a’innaa 'alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibaadatik (Ya Alloh.. tolonglah kami untuk dapat berdzikir kepada Mu, mensyukuri nikmat Mu, dan beribadah dengan baik kepada Mu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini dan seterusnya akan berganti dengan keceriaan.  Tak lupa, teriring ucapan ”Selamat Ramadhan!” Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Dikisahkan Ny. Lusia Rokhmawati, Surabaya. Tulisan ini aku persembahkan untuk direnungkan olehku, suami, Tia, Ikhsan dan yang bisa mengambil pelajaran darinya. Tanggapan bisa dikirim ke via emai:  mas_fufah@yahoo.com* &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=5285&amp;Itemid=1"&gt;Hidayatullah.com&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-8259765000117268404?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/8259765000117268404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/09/akhirnya-kuperbaiki-ibadahku.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/8259765000117268404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/8259765000117268404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2009/09/akhirnya-kuperbaiki-ibadahku.html' title='”Akhirnya, Kuperbaiki Ibadahku”'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-6382445198786563663</id><published>2007-09-08T16:20:00.000+07:00</published><updated>2007-08-10T12:57:10.732+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Jelang Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh:Seriyawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan menyambut tamu agung bulan suci Ramadhan sudah dimulai sejak bulan Sya'ban atau bulan Rajab. Malah para sahabat Rasulullah melakukan persiapan menjelang Ramadhan setengah tahun sebelumnya.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di milis-milis yang saya ikuti pun banyak berseliweran email-email tentang Ramadhan. Kami saling unjuk kegembiraan dalam menyambut bulan yang dinanti-nantikan itu. Ramadhan, bulan yang penuh rahmat, ampunan lagi penuh kebahagiaan. Ganjaran pahala yang berlipat ganda diberikan kepada orang-orang yang beramal saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Sya'ban adalah bulan di mana orang-orang sibuk. Sibuk memperbanyak amalan, membenahi diri, sibuk membenahi rumah lalu sibuk mempersiapkan mudik. Ada kesibukan lain lagi, yaitu membayar puasa (qadha) yang belum dilakukan dan memperbanyak puasa sunat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas Bin Malik ra. berkata,' 'Ketika kaum Muslimin memasuki bulan Sya'ban, mereka sibuk membaca Alquran dan mengeluarkan zakat mal untuk membantu fakir miskin yang berpuasa.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 6 tahun tinggal di Jepang, baru sekali saya dan anak-anak merasakan berpuasa dan berlebaran di tanah air. Selebihnya puasa Ramadhan kami lalui di negeri yang minoritas pemeluk agama Islamnya. Sepi. Sedih dan sendiri. Perasaan itulah yang dominan mewarnai hari-hari pertama berpuasa. Tak ada suara bedug atau adzan Maghrib pertanda saat berbuka. Tak ada suara ramai anak-anak pergi sholat tarawih ke masjid. Apalagi lomba adzan anak-anak, belum ada. Riuh pikuk anak-anak, remaja putri dan ibu-ibu yang memakai mukena, tak ada. Hanya terlihat hilir mudik orang Jepang yang bergegas pulang atau pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang bulan suci Ramadhan, banyak persiapan yang ingin dilakukan. Kesiapan fisik dan mental dicanangkan, amalan-amalan sunat pun dimemokan, surat-surat Al-Quran yang ingin dihapal pun dituliskan. Selain itu membenahi hapalan surat-surat pendek Al-Quran dan sibuk menuliskannya ke huruf Hiragana, agar anak-anak saya mudah menghapalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjauhkan mata dari pandangan yang diharamkan Allah, menyiapkannya untuk mencermati ayat-ayat Al-Quran.&lt;br /&gt;Menyiapkan telinga untuk mendengarkan murottal Qur'an, untaian merdu ayat-ayat Allah dilantunkan dan menjauhkan telinga dari yang tak layak didengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyiapkan mulut untuk membaca Al-Quran dan berdzikir serta menjauhi dari berkata-kata tak bermanfaat apalagi membicarakan tentang orang lain, yang dengan itu tidak disukainya.&lt;br /&gt;Menjaga tangan, kaki dan anggota badan agar terhindar dari melakukan hal-hal yang tidak disukai Allah. Mempersiapkannya supaya tetap sehat dan kuat untuk melakukan ibadah sholat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjauhkan hati dari pikiran-pikiran kotor dan prasangka buruk. Memenuhi hati dengan mengingat-NYA, merindukan-NYA dan harapan berjumpa dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji Allah kepada orang-orang yang berpuasa adalah mereka akan bertemu dengan-Nya untuk menerima balasan puasanya itu. Dan janji Allah adalah pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan Ramadhan amalan sunnah dihitung sebagai amalan fardhu, dan amalan fardhu diberi ganjaran 70 kali lipat. Puasa fiisabilillah akan dijauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 tahun.&lt;br /&gt;Puasa Ramadhan akan memberi syafaat di yaumil akhir. Terbukanya pintu surga Ar-Rayyan bagi orang-orang yang berpuasa. Juga menghapus dosa-dosa yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain," sabda Rasulullah. Siapa yang tak tergiur dengan balasan sebesar itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib karomallahu wajhah berdiri dan berkata, "Ya Rasulullah, amal apa yang paling utama pada bulan ini?" "Ya Abul Hasan, amal yang paling utama pada bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah Azza wa Jalla," jawab Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam. (HR Ibnu Khuzaiman, Ibnu Hibban dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelang Ramadhan dengan mengoptimalkan upaya, memotivasi diri melakukan banyak amalan-amalan selama bulan Ramadhan, yang penuh dengan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang bulan suci penuh berkah dan rahmat, kita ingin berada dalam keadaan hati yang jernih, ikhlas, lapang dan tenang.&lt;br /&gt;Semoga kita jelang Ramadhan dengan kesiapan fisik yang kuat dan hati yang ikhlas, dan mendapatkan malam Lailatur Qadar, amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin.&lt;br /&gt;Wallahu'alam bisshowab.*&lt;a href="http://eramuslim.com/atk/oim/450ff816.htm"&gt;Eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-6382445198786563663?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/6382445198786563663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/persiapan-menyambut-tamu-agung-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/6382445198786563663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/6382445198786563663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/persiapan-menyambut-tamu-agung-bulan.html' title='Jelang Ramadhan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-5100351638258901189</id><published>2007-09-07T12:51:00.000+07:00</published><updated>2007-11-30T12:50:58.587+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Jadwal Imsyakiyah ramadhan 1428 H</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bagi anda yang belum mempunyai jadwal Imsakiyah Ramadhan 1428 H anda dapat melihat dan mencetaknya. &lt;span class="selengkapnya"&gt; Jadwal Imsakiyah ini terdiri dari berbaga i Wilayah di Indonesia, silahkan anda pilih sesuai daerah anda masing-masing. Untuk memperolehnya silahkan anda kunjungi alamat ini http://www.pkpu.or.id/imsyak/ atau anda klik di &lt;a href="http://www.pkpu.or.id/imsyak/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-5100351638258901189?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/5100351638258901189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/jadwal-imsyakiyah-ramadhan-1428-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/5100351638258901189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/5100351638258901189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/jadwal-imsyakiyah-ramadhan-1428-h.html' title='Jadwal Imsyakiyah ramadhan 1428 H'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-3046610431932799709</id><published>2007-09-05T08:43:00.000+07:00</published><updated>2007-11-30T12:47:58.897+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Memaknai QIYAM RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia dan memiliki keistimewaan tersendiri, berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Bulan Ramadhan secara khusus adalah milik Alllah karena Dia lah Yang berjanji akan mengganjar orang-orang yang beribadah kepada-Nya.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kekhususan bulan Ramadhan itu adalah dengan adanya Qiyam Ramadhan di mana pahalanya tidak tanggung-tanggung diberikan kepada seorang hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sebenarnya Qiyam Ramadhan itu? bagaimana cara menghidupkannya? Apa pahala yang besar itu? Apa syarat-syarat yang harus dipenuhi agar dapat meraihnya? Silahkan simak uraiannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, &lt;i&gt;“Barangsiapa yang mendirikan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, niscaya akan diampuni baginya dosa-dosa terdahulu.” &lt;/i&gt;(Muttafaqun ‘Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seputar Qiyam Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud di sini adalah shalat yang mendapatkan janji untuk diampuni. Penamaan shalat tersebut dengan ‘Qiyaam’ diambil dari sisi sebagian rukun-rukunnya sebagaimana ia juga dinamakan dengan ruku’. Allah Ta’ala berfirman, “Dan ruku’lah (shalatlah secara berejama’ah) beserta orang-orang yang ruku’.” (Qs.al-Baqarah:43). Ia juga dinamakan dengan sujud seperti firman Allah SWT, “Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud dan mereka dalam keadaan sejahtera.” (Qs.al-Qalam:43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, &lt;i&gt;“Bantulah aku atas dirimu dengan memperbanyak sujud.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali penamaan tersebut diberikan agar sesuai dengan keistimewaan yang dimilikinya berupa aktifitas memperbanyak bacaan al-Qur’an dan memperlama berdiri (Qiyaam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keutamaan Qiyamullail&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman, &lt;i&gt;“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.”&lt;/i&gt; (Qs.adz-Dzaariyaat:17). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Seseorang tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” &lt;/i&gt;(Qs.as-Sajdah:16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab ash-Shahihain, dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Wahai Abdullah, janganlah kamu seperti si fulan yang dulu pernah melakukan qiyamullail (shalat tahajjud) lalu meninggalkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sunan at-Turmudzy dengan sanad yang sahih, dari Abdullah bin Sallam bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Tebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah tali rahim dan shalatlah di malam hari saat manusia sedang terlelap tidur; pasti kalian masuk surga dengan penuh kedamaian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga, di dalam kitab as-Sunan dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi SAW bersabda, &lt;i&gt;“Sesungguhnya dalam satu malam itu terdapat waktu yang tidaklah seorang hamba Muslim mendapatkan taufiq padanya dengan memohon kebaikan dari perkara dunia dan akhirat kepada Allah melainkan Dia akan memberikan kepadanya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Musnad Ahmad, sunan at-Turmudzy, al-Mustadrak karya al-Hakim dan kitab lainnya, bahwasanya Nabi SAW bersabda, &lt;i&gt;“Hendaklah kalian melakukan qiyamullail, sebab ia adalah tradisi orang-orang shalih sebelum kamu, pendekatan diri kepada Rabb kamu, penebus dosa-dosa (kecil) dan pencegah dari melakukan dosa.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak lagi ayat-ayat, hadits-hadits serta atsar-atsar yang menunjukkan keutamaan Qiyamullail dan anjuran untuk melakukannya, segala puji bagi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Qiyam Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan Qiyam di sini adalah shalat tarawih. Hal ini seperti hadits yang dikeluarkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, dari ‘Asyah RA, ia berkata, &lt;i&gt;“Suatu malam di bulan Ramadhan, Nabi SAW melakukan shalat di masjid bersama beberapa orang. Kemudian beliau melakukannya lagi di malam kedua lalu berkumpullah orang dalam jumlah yang lebih banyak dari malam pertama. Maka tatkala pada malam ketiga dan keempatnya, penuhlah masjid oleh manusia hingga menjadi sesak. Karena itu, beliau tidak jadi keluar menemui mereka. Orang-orang memanggil beliau, lalu beliau berkata, “Ketahuilah, perkara yang kalian lakukan itu tidaklah tersembunyi bagiku (pahala, sisi positifnya), akan tetapi aku khawatir akan dicatat sebagai kewajiban bagi kalian nantinya.”&lt;/i&gt; Di dalam riwayat al-Bukhari terdapat tambahan, &lt;i&gt;“Lalu Rasulullah SAW pun wafat dan kondisinya tetap seperti itu (tidak dilakukan secara berjema’ah di masjid-red).”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam an-Nasa’i mengeluarkan dari jalur Yunus bin Yazid, dari az-Zuhri dengan redaksi &lt;i&gt;“Jazm” (pasti) bahwa malam di mana Rasulullah SAW tidak keluar tersebut adalah malam keempat.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam at-Turmudzy meriwayatkan dengan sanad yang sahih, dari Abu Dzar, ia berkata, &lt;i&gt;“Di kala kami berpuasa Ramadhan bersama Rasulullah SAW, beliau tidak melakukan Qiyamullail bersama kami dari bulan itu hingga tersisa tujuh hari lagi, lalu ia melakukannya bersama kami hingga melewati sepertiga malam. Pada malam kelimanya, ia melakukannya lagi bersama kami hingga melewati separuh malam. Lalu aku bertanya kepadanya, ‘Wahai Rasulllah, andai dengan sukarela engkau melakukan Qiyamullail bersama kami malam ini.’ Beliau menjawab, ‘Bila seseorang shalat bersama imam hingga ia keluar (berlalu), maka telah dihitung baginya Qiyam semalam penuh.’ Maka tatkala pada malam ketiganya, beliau mengumpulkan keluarganya dan orang-orang, lantas melakukan qiyamullail bersama kami hingga kami khawatir ketinggalan sahur. Kemudian pada sisa hari bulan itu beliau tidak lagi melakukannya bersama kami.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn ‘Abdil Barr berkata, &lt;i&gt;“Ini semua menunjukkan bahwa pelaksanaan Qiyam Ramadhan boleh dinisbatkan kepada Nabi SAW sebab beliaulah yang menganjurkan dan mengamalkannya. Sedangkan yang dilakukan ‘Umar hanyalah upaya menghidupkan kembali apa yang telah menjadi sunnah Rasulullah SAW.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-‘Iraqi berkata di dalam kitabnya Tharh at-Tatsrib, &lt;i&gt;“Hadits ‘Aisyah dapat dijadikan dalil bahwa Qiyam Ramadhan lebih utama dilakukan di masjid secara berjema’ah karena Rasulullah SAW melakukannya. Beliau meninggalkan hal itu karena takut ia menjadi suatu kewajiban nantinya sementara setelah beliau wafat, maka sudah dapat terhindar dari jatuhnya hal tersebut sebagai kewajiban.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pendapat jumhur ulama kaum Muslimin, di antaranya tiga imam madzhab; Abu Hanifah, asy-Syafi’i dan Ahmad. Hal ini kemudian telah menjadi syiar yang nampak (ditonjolkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bilangan Raka’atnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-‘Iraqi berkata, &lt;i&gt;“Dalam hadits di atas, tidak dijelaskan bilangan raka’at yang dikerjakan Rasulullah SAW pada beberapa malam tersebut di masjid. ‘Aisyah RA telah mengatakan, ‘Baik di bulan Ramadhan mau pun lainnya, Nabi SAW tidak menambah lebih dari 11 raka’at.’ Secara implisit, bahwa demikian pulalah yang dilakukan beliau di tempat tersebut (ketika malam itu). Akan tetapi ketika ‘Umar mengumpulkan orang-orang untuk melakukan shalat tarawih di bulan Ramadhan dengan mengikuti Ubay bin Ka’b, maka ia melakukannya bersama mereka sebanyak 20 raka’at selain witir, yaitu 3 raka’at. Pendapat seperti ini dipegang oleh imam-imam madzhab seperti Abu Hanifah, asy-Syafi’i dan Ahmad. Juga diambil oleh imam ats-Tsauri dan jumhur ulama.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn ‘Abdil Barr berkata, &lt;i&gt;“Ini adalah pendapat jumhur ulama dan pendapat yang kami pilih. Mereka menilai apa yang terjadi pada masa ‘Umar itu sebagai ijma’ (konsensus).”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam, Ibn Taimiyah berkata, &lt;i&gt;“Nabi SAW belum pernah menentukan bilangan tertentu terhadap Qiyam Ramadhan itu sendiri. Malahan, beliau melakukan tidak lebih dari 13 raka’at namun memperpanjang (memperlama) raka’at-raka’atnya. Tatkala ‘Umar mengumpulkan umat dengan mengikuti Ubay bin Ka’ab (sebagai imam), ia melakukan shalat itu sebanyak 20 raka’at, kemudian witir 3 raka’at, meringankan bacaan seukuran tambahan raka’atnya karena hal itu lebih ringan bagi para makmum daripada memperpanjang (memperlama) per-raka’atnya. Artinya, seseorang boleh melakukannya sebanyak 20 raka’at sebagaimana pendapat yang masyhur dari Ahmad dan asy-Syafi’i. Ia juga boleh melakukannya dengan 36 raka’at seperti pendapat imam Malik dan ia juga boleh melakukannya sebanyak 11 raka’at. Dengan demikian, memperbanyak raka’at atau menguranginya tergantung kepada panjang-pendeknya Qiyam itu. Sebaiknya, disesuaikan dengan perbedaan kondisi jema’ah shalat; jika di antara mereka ada yang mampu untuk memperpanjang Qiyam dengan 10 raka’at plus 3 raka’at setelahnya; maka ini lebih baik dan jika tidak mampu, maka qiyam dengan 20 raka’at tersebut lebih baik. Inilah yang dilakukan kebanyakan kaum Muslimin dan tidak dibenci sesuatu pun darinya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Ibrahim Ali Syaikh (mantan Mufti Arab Saudi-red) berkata, &lt;i&gt;“Kebanyakan ulama seperti imam Abu Hanifah, asy-Syafi’i dan Ahmad berpendapat bahwa shalat tarawih adalah 20 raka’at sebab ketika ‘Umar mengumpulkan umat dengan mengikuti Ubay bin Ka’b, ia melakukan shalat tersebut bersama mereka sebanyak 20 raka’at. Ini dilakukan di tengah kehadiran para shahabat yang lain sehingga menjadi ijma’. Karenanya, umat pun mengamalkan hal itu. Jadi, tidak semestinya mereka yang melakukan hal itu diingkari tetapi biarkan mereka melakukan seperti itu.” &lt;/i&gt;Wallahul Muwaffiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;INTISARI HADITS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Makna Qiyam Ramadhan adalah menghidupkan malam itu dengan ibadah dan shalat. Hadits di atas (yang kita kaji ini) menunjukkan disyari’atkannya shalat malam di bulan Ramadhan. Shalat tersebut secara valid telah dilakukan Rasulullah SAW di masjid, lalu pada masa ‘Umar para shahabat telah bersepakat atasnya, untuk selanjutnya dilaksanakan oleh seluruh kaum Muslimin setelah itu. Mereka mendirikan shalat tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Balasan Qiyam Ramadhan adalah ampunan dosa dan penghapusan dosa-dosa kecil. Tetapi ini dikaitkan dengan pengampunan dosa-dosa kecil yang berhubungan dengan hak Allah. Penyebutan dengan kata ‘Zanb’ (dosa) mencakup dosa besar dan kecil akan tetapi Imam al-Haramain telah memastikan bahwa hal itu hanya khusus dengan dosa-dosa kecil saja. Al-Qadhi ‘Iyadh menisbatkan pendapatkan ini kepada Ahlussunnah. Imam an-Nawawi berkata, “Bila tidak ada dosa kecil, maka diharapkan dosa-dosa besarnya diringankan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Diterimanya shalat malam itu dan diraihnya penghapusan dosa-dosa kecil bisa terealisasi bila terpenuhi dua persyaratan: Pertama, bila yang mendorong seseorang melakukan Qiyamullail itu adalah iman dan pembenaran akan pahala Allah SWT. Kedua, mengharap pahala amalan tersebut di sisi Alllah, ikhlas karena Allah. Bila suatu amalan kehilangan dua syarat penting ini, lalu disusupi oleh riya’ dan sikap berbangga-bangga; maka ia menjadi batal dan tertolak atas pelakunya, bahkan karenanya ia akan mendapatkan celaan dan siksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. al-Karmani meriwayatkan adanya kesepakatan ulama bahwa yang dimaksud dengan Qiyamullail itu adalah shalat tarawih dan keutamaan ini didapat dengan apa pun bentuk qiyam (berdiri untuk shalat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hadits tersebut menunjukkan keutamaan Qiyam Ramadhan, bahwa ia sangat dianjurkan sekali, demikian pula dengan shalat tarawih secara berjema’ah di masjid. Syaikhul Islam, Ibn Taimiyah dan ulama lainnya mengatakan, dulu di masa Nabi SAW, para shahabat melakukannya di masjid secara terpisah-pisah, dalam beberapa kelompok/jema’ah yang berbeda dan hal itu dilakukan atas sepengetahuan beliau SAW dan atas persetujuannya. Berdasarkan banyak hadits, shalat tarawih lebih baik dikerjakan secara berjema’ah daripada secara sendirian dan hal itu merupakan ijma’ para shahabat dan seluruh penduduk negeri Islam. Itu juga adalah pendapat jumhur ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Syaikhul Islam, Ibn Taimiyah berkata, “Shalat yang tidak disunnahkan dilakukan dengan berjema’ah secara tetap adalah seperti qiyamullail (tahajjud), sunnah-sunnah rawatib, shalat dhuha, tahiyyatul masjid dan lainnya. Tapi, boleh dilakukan berjema’ah untuk kadang waktu (tidak dirutinkan). Ada pun menjadikannya sebagai sunnah yang ratib/tetap (secara rutin) maka termasuk bid’ah yang dibenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;i&gt;(SUMBER: Tawdhiih al-Ahkaam Syarh Buluugh al-Maraam karya Syaikh Abdullah al-Bassam, Jld.III, hal.215-219)/&lt;a href="http://alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihathadits&amp;id=95"&gt;Al sofwah.or.id&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-3046610431932799709?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/3046610431932799709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/memaknai-qiyam-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/3046610431932799709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/3046610431932799709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/memaknai-qiyam-ramadhan.html' title='Memaknai QIYAM RAMADHAN'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-631942701600428751</id><published>2007-09-04T08:20:00.000+07:00</published><updated>2007-11-30T12:46:47.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Kiat-Kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku yang mulia!  &lt;br /&gt;Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dari bulan-bulan lainnya dengan berbagai keistimewaan dan keutamaan. Di antaranya: &lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;1. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi. &lt;/li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;li&gt;2. Para malaikat memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa hingga berbuka.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;3. Setiap hari bulan Ramadhan Allah menghiasi Surga-Nya seraya berkata: “Hampir tiba saatnya para hamba-hambaku yang shalih melepaskan segala beban dan gangguan serta segera menuju engkau (Surga)!”&lt;/li&gt;    &lt;br /&gt;&lt;li&gt;4. Para setan dibelenggu. &lt;/li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;li&gt;5. Dibuka pintu-pintu Surga dan ditutup pintu-pintu Neraka. &lt;/li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;li&gt;6. Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. &lt;/li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;li&gt;7. Akan diberi pengampunan bagi orang yang berpuasa pada malam terakhir bulan Ramadhan. &lt;/li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;li&gt;8. Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari Neraka pada setiap malam bulan Ramadhan. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku yang mulia!  &lt;br /&gt;Demikianlah sekilas mengenai keistimewaan bulan Ramadhan, lalu bagaimana kita menyambutnya? Apakah dengan permainan-permainan yang melalaikan? Dengan begadang setiap malam? Ataukah kita kesal dengan ke-datangannya dan merasa keberatan? Na’udzubillah min dzalik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seyogyanya seorang hamba yang shalih menyam-butnya dengan taubat nashuha disertai tekad yang bulat untuk meraih sebanyak-banyaknya kebaikan di bulan suci ini. Mengisi waktunya dengan amal-amal shalih. Dan tidak lupa selalu memohon kepada Allah agar menolong kita dalam melaksanakan ibadah dengan baik.  Untuk lebih lengkap silahkan &lt;a href="http://alsofwah.or.id/download/kiat_ramadhan.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;. *&lt;a href="http://alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatdownload&amp;id=3"&gt;Alsofwah.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-631942701600428751?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/631942701600428751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/kiat-kiat-menghidupkan-bulan-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/631942701600428751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/631942701600428751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/09/kiat-kiat-menghidupkan-bulan-ramadhan.html' title='Kiat-Kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-8882138564946758680</id><published>2007-08-20T09:33:00.000+07:00</published><updated>2007-08-20T09:42:38.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Cara Jitu Memburu Lailatur Qadar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah satu malam yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia, Lailatul Qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat didalam Al-Quran yang menceritakan tentang barakahnya malam ini, dimana pada malam ini diturunkan Al-Quran. Banyak diantara orang menunggu kedatangan Lailatur Qadar dalam sepuluh hari terakhir.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaian orang menunggu kedatangan malam itu dengan berlama-lama di masjid sambil membaca Al-Quran. Ada yang menunggunya dihadapan rumah agar dapat melihat turunnya malaikat pada malam Qadar, dan tidak kurang juga yg menyambutnya dengan sinaran-sinaran lampu-lampu minyak agar kawasan mereka diterangi. Mereka begitu yakin dengan beberapa tanda-tanda yang banyak diceritakan dalam berbagai cerita sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu hal yang masih tersimpan dalam benak hati kita semua. Sebuah pertanyaan terdalam. Pernahkah Nabi SWA melihat langsung Lailatul Qadar? Adakah sahabat-sahabat juga pernah melihatnya? Kita pernah mendengar banyak hadis-hadis yang menceritakan tanda-tanda malam tersebut, adakah kita bisa melihatnya dengan mata kepala kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang paling bijak bagi kita menjawab persoalan ini marilah kita lihat tafsiran beberapa ahli tafsir termasuk melihat tanda-tanda tersembunyi yang sering diceritakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir Surat Al-Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu surat yang begitu signifikan menceritakan mengenai peristiwa malam tersebut ialah surah Al-Qadar yang berisi 5 ayat. Surat Al-Qadar adalah surat ke 97 menurut susunannya didalam Mushaf. Ada diantara ulama-ulama mengatakan bahwa surat Al-Qadar ini turun selepas penghijrahan Nabi saw ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam membicarakan pentafsiran ayat, amatlah bijak jika kita mengambil penafsiran yang diambil dari Tafsir Jalalain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya bahwa malam Al-Qadar itu secara sejarahnya di turunkan Al-Quran dari Lauhul Mahfuz kelangit dunia. Kemuliaan malam tersebut telah dikhabarkan kepada Rasulullah SAW. Bulan itu dikatakan satu bulan dengan barakah seperti 1000 bulan. Dimalam tersebut para malaikat-malaikat dan Jibril turun ke bumi dan memohon Allah mengkabulkan doa'-do'a hambanya. Kemuliaan malam tersebut berakhir dengan terbitnya fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentafsiran yang lebih terperinci sedikit mengenai ayat pertama surah Al-Qadar ini dapat kita lihat dari Tafsir Ibnu Kathir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah mengkhabarkan sesungguhnya Ia telah menurunkan Al-Quran pada malam Lailatul Qadar. Dimana Allah berfirman, "Sesungguhnya kami turunkannya di malam yg barakah". Inilah yang kemudian dikenal sebagai malam Al-Qadar yg berada didalam bulan Ramadan sebagaimana firmannya, "Pada bulan Ramadan yang diturunkan didalamnya Al-Quran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Abbas bahwa Allah SWT telah menurunkan Al-Quran keseluruhannya (secara total) dari Lauhul Mahfuz ke Baitul 'Izzah dari langit dunia kemudian ia diturunkan secara berpisah dan berperingkat selama 23 tahun keatas Nabi SAW, kemudian firman Allah beliau memuliakan Lailatul Qadar dimana Allah SWT telah mengizinkan penurunan Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan Lailatul Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi merujuk kepada surah Al-Qadar didalam membicarakan persoalan keistimewaan Lailatul Qadar, katanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah telah memuliakan Al-Quran dimalam ini, dan ditambahnya dengan maqam yang mulia, yaitu kedudukan dan kemuliaannya yang sangat banyak dari kebaikan dan kelebihan dari 1000 bulan. Apa-apa ketaatan dan ibadah didalamnya menyerupai 1000 bulan yang bukan Lailatul Qadar. 1000 bulan ini menyamai 83 tahun 4 bulan. Hanya di satu malam ini lebih baik dari umur seseorang yang menghampiri 100 tahun, jika tambah berapa tahun beliau baligh dan dipertanggung jawabkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada malam itu turunnya malaikat-malaikat dengan rahmat Allah dengan kesejahteraan dan barakahnya. Dan kesejahteraanya melimpah sehingga ke terbit fajar. Didalam As-sunnah, banyak hadist-hadist yang menyebutkan mengenai keutamaan Lailatul Qadar ini. Yang banyak dianjurkan untuk mencarinya pada 10 malam terakhir. Dalam Sahih Bukhari dari Hadis Abu Hurarirah, "Barangsiapa yang berqiam dimalam Al-Qadar dengan penuh keimanan dan bersungguh-sungguh maka telah diampunkannya apa yang telah lalu dari dosanya". (Riwayat Bukhari didalam Kitab Al-Saum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah memberi penjelasan kepada siapa yang lalai dan tidak memperhatikan malam tersebut, yaitu sama seperti menghalang diirinya dari menerima kebaikannya dan ganjarannya. Berkata para sahabat yang telah dinaungi mereka bulan Ramadan, "Sesungguhnya bulan ini telah hadir kepada kamu didalamnya mengandung malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Siapa yang memuliakannya maka beliau akan dimuliakan kebaikan semua perkara. Dan siapa yang tidak memuliakannya maka kebaikannya akan dihalang". (Riwayat Ibnu Majah dari Hadis Anas, isnad Hassan sebagaimana didalam Sahih Jaami' Al-Saghir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Ibnu Taimiyyah (Majmu' fatawa - Jilid-25/286) didalam membicarakan soalan yang mana satu lebih afdal, diantara Malam Isra' Nabi saw atau Lailatul qadar? Kata: "Sesungguhnya Malam Isra' lebih afdal dan Malam Al-Qadar lebih afdal bila dinisbahkan kepada umat...". Manakah yang lebih afdal 10 Zulhijjah atau 10 malam terakhir Ramadan?. Kata Ibnu Taimiyyah, "Hari 10 Zulhijjah lebih afdal dari hari 10 dari bulan Ramadan. Dan malam-malam 10 akhir Ramadan lebih afdal malam 10 Zulhijjah". Jelas menunjukkan bahwa para ulama menyatakan bahwa malam lailatul Qadar ini sangat istimewa kepada umat Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah Lailatul Qadar dilihat dengan mata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tokoh ulama' Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz bin Baaz dan Sheikh Salleh Munajjid berkata: "Malam Qadar boleh dilihat dengan mata kepada siapa yang diberi taufiq oleh Allah SWT dan dengan menggunakan tanda-tandanya. Para sahabat r.h. mencarinya berdasarkan tanda-tandanya tetapi tiada laporan yang mengatakan mereka telah melihatnya. Akan tetapi tidak ada larangan mencari hasil fadilah bagi siapa yang beriman dan bersungguh-sungguh", kata beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Al-Sya'rawi mengatakan: "Satu pun diantara makluk Allah tidak melihat Lailatul Qadar melainkan Rasulullah SAW. Ani adalah satu keistimewaan yang diberikan kepada Rasulnya. Selain itu, ada beberapa orang yang dilaporkan pernah melihatnya. Mereka yang melihatnya berkata-kata kepada Rasulullah yang melihat beliau pandangan di dalam tidur mereka, seolah-olah berkata: "Aku melihat sebagaimana aku sujud di dalam air yang melimpah, kemudian menjadi pagi hari 23, mereka melihat masjid-masjid di sepanjang malam tersebut. Langit seolah-olah ingin hujan, Rasulullah sujud sehingga kelihatan dahi di atas tangannya dan kami mengetahui bahwa di sini adalah Lailatul Qadar didalam tahun dan malam itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah mencari Lailatul Qadar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hadis yang menunjukkan betapa ruginya seseorang yang tidak pernah berusaha mencari Lailatul Qadar. Menurut Sheikh Abdul Aziz bin Baaz dan Sheikh Salleh Munajjid beliau berkata; "Seorang Islam haruslah mencari malam 10 terakhir Ramadan sebagaimana Rasulullah SAW mengarahkan umatnya menuntut ganjaran dan pahala di mana seseorang yang mendirikannya dan iman dan azam malam tersebut, dia akan menerima ganjarannya dan jika tidak bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Barangsiapa yang berqiam di malam Qadar dengan keimanannya maka Allah akan mengampunkan dosanya yang telah lalu". Dalam riwayat lain, "Barangsiapa yg berqiam dan mencarinya kemudian ia akan diampunkan dosa yang sebelumnya dan yang terakhir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda Lailatul Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sheikh Abdul Khaliq Al-Sharrif bahwa tanda-tanda Lailatul Qadar akan ditunjukkan pada pagi harinya matahari akan memancar dan cuacanya yang agak sejuk. Sheikh Saleh Munajjid mengatakan bahwa matahari yang keluar itu tidak memancarkan cahaya. Sheikh Dr Yusuf Qaradhawi mengatakan terdapat juga berbagai tanda, seperti cahayanya merah kelemah-lemahan dan pada malam itu hujan dan angin sepoi-poi, tiada bau dan tiada sejuk sebagaimana yang disebut oleh Al-Hafiz didalam Fathul Bari'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Al-Qaradhawi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua tanda ini tidak memberi kepastian mengenainya. Tidak mungkin ia berulang-ulang, karena malam Al-Qadar selalu berbeda-beda cuacanya dalam berbagai negara, berbeda pula waktunya. Ia mungkin dijumpai di sebuah negara Islam yang tidak putus hujannya, dan kemungkinan di negara lain yang keluarganya bersholat istiqo' yang berdepan dengan kemarau, dan negara-negara berbeda dari segi kepanasan dan kesejukannya, naik matahari dan turunnya, kuat atau lemah pancarannya, maka mustahil untuk mendapat titik pertemuan ini. Kajian ulama' mengatakan: boleh di ambil malam-malam yang tertentu Lailatul Qadar itu dari sebahgian manusia. Ia hanya kelihatan kepada dia seorang saja yang melihatnya. Atau menerima mimpi didalam tidur, atau berlaku (karamah) keajaiban yang luar biasa. Atau Ia terjadi kepada keseluruhan umat Islam agar ia menerima ganjaran kepada siapa saja yang berpeluang melakunya. Dan Ia tidak nampak apa-apa yang berlaku. Kebanyakkan ulama' mengambil pandangan yang awal tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan saat Lailatul Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan malam tersebut dan seruan-seruan dari hadist-hadist yang menyuruh umat Islam mencari malam tersebut mungkin akan menimbulkan sedikit pertanyaan. Apakah malam itu khusus bagi mereka-mereka yang alim saja atau bisa berlaku bagi masyakat umum. Yusuf Qaradawi mengatakan bahwa malam itu datang untuk semua orang yang benar-benar menginginkannya. Kata Qaradhawi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka Malam al-Qadar ialah malam umum untuk semua yang menuntutnya. Yang menginginkan kebaikan dan ganjarannya, dan apa yang disisi Allah di dalamnya, itu lah malam ibadah dan malam ta'at, dan bersolat, bertilawah, berdo'a, bersedekah, menjalinkan perhubungan, beramal sholeh, dan melakukan kebaikan-kebaikan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang harus dilakukan oleh orang Islam pada malam ialah; Bersholat Isya' secara berjamaah, sholat subuh berjamaah dan pada malamnya mendirikan qiamullail. Di dalam hadist Sahih diriwayatkan Nabi bersabda, "Barangsiapa yang bersholat Isya' berjamaah, seolah-olah ia berqiam di separuh malam, dan barangsiapa yang bersolat subuh berjamaah, seolah-olah ia bersholat disepanjang malam tersebut. (Riwayat Ahmad, Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Atiyah Saqr menganjurkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidupkannya dengan bersholat, membaca Al-Quran, berzikir, beristigfar dan berdo'a dari terbenam matahari sehingga terbit fajar. Dan hidupkan ramadhan dengan bersolat terawikh di dalamnya. Sebuah riwayat yang mengatakan, "Barangsiapa yang bersholat magrib dan Isya' di hari akhir yaitu di malam Al-Qadar secara berjamaah, ia telah diberi keuntungan dari Lailatul Qadar". Berkata A'isyah r.h "Ya Rasulullah di waktu Lailatul Qadar, apakah yang harus aku katakan". "Katakalah, "Ya Allah sesungguhnya kamu pengampun dan suka kepada pengampunan, maka ampunkanlah ku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-8882138564946758680?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/8882138564946758680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/08/cara-jitu-memburu-lailatur-qadar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/8882138564946758680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/8882138564946758680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/08/cara-jitu-memburu-lailatur-qadar.html' title='Cara Jitu Memburu Lailatur Qadar'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-3292552163886115924</id><published>2007-08-11T14:50:00.000+07:00</published><updated>2007-08-10T15:13:33.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Cegah Gagal Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ramadhan bulan berkah dan bulan pengampunan. Tapi, tak semua orang bisa mendapatkan kemuliaan darinya. Bisa-bisa hanya lapar. Apa langkah-langkah praktis mengantisipasi gagalnya Ramadhan? &lt;br /&gt;Di bawah ini langkah-langkah praktis mengantisipasi kemungkinan gagal di bulan suci.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Persiapkan fisik dan ruhani, lewat latihan puasa dan memperbanyak ibadah sunnah sejak mulai bulan Sya'ban. Jangan sampai kondisi fisik dan stamina ruhani yang melemah di awal Ramadhan membuyarkan semua harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pelajari berbagai aspek Ramadhan dari "A" sampai "Z" seperti adab, rukun ibadah, doa-doa dan dzikir yang mendukung sukses ibadah Ramadhan. Mendalami "fiqh Ramadhan" sangatlah penting. Jangan segan membuka kembali kitab-kitab tentang bulan mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rancanglah aktivitas hari-hari Anda selama Ramadhan menjadi bagian-bagian yang teratur. Misalnya tentang kegiatan utama seperti shalat, tadarus, ta'lim, menimba ilmu, menghafal atau membaca buku. Tata acara-acara penting Anda dalam program jadwal harian, pekanan, atau per sepuluh hari. Belanja lebaran --jika tak bisa dihindari, lakukan sebelum Ramadhan. Banyak yang sudah berhasil dengan cara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tentukan target dan prosentase keberhasilan dari tiap-tiap progran yang dicanangkan. Hal ini untuk mendisiplinkan kita menjadi Muslim yang istiqamah, kelak setelah keluar dari Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lawanlah kemalasan sekeras mungkin. Sebaliknya tumbuhkan semangat kita untuk shalat berjamaah, menimba ilmu di majelis-majelis ta'lim, ke pesantren-pesantren kilat dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jaga waktu tidur di malam-malam Ramadhan. Kegiatan yang harus didahulukan dari apapun adalah qiyamul lail (bangun malam untuk shalat tahajjud). Usahakan tidurlah lebih awal dan bangun pada sepertiga malam. Mulailah kebiasaan ini sebelum masuk Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bawa mushaf Al-Qur'an ke manapun Anda pergi, kecuali ke tempat-tempat yang dilarang seperti WC. Perbanyaklah membacanya, menghafalnya dan dalami ayat demi ayat kandungan maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bukalah pintu maaf sedari sekarang, serta mintalah maaf kepada sebanyak mungkin manusia yang selama ini terlibat langsung atau pun tidak dengan tindakan, perkataan, dan kehidupan kita. Membuka pintu maaf dan meminta maaf akan membuka lebar pintu silaturrahim sekaligus mensucikan hati sebelum memasuki bulan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kendalikan lidah seketat mungkin, kecuali pada hal-hal yang mengandung kebenaran dan kebajikan saja. Lidah yang tak terkendali akan mematikan hati. Hati yang mati mudah tergelincir pada perkataan dusta dan keji. Cara mencegahnya dengan memperbanyak dzikir dan istighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jaga mata dan tahan pandangan dari semua hal yang Allah tidak menyukainya jika kita melihat. Apalagi yang haram-haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Jaga pendengaran dari segala hal yang makruh, mendengarkan musik yang sia-sia serta pembicaraan yang tidak ada kaitannya dengan keberhasilan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mudahlah memberi disertai sifat qanaah yang memperhalus budi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Minta kepada Allah agar tidak termasuk kelompok orang yang gagal melalui Ramadhan kali ini. Mintalah terus sampai menetes air dari kedua mata Anda.*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-3292552163886115924?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/3292552163886115924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/08/cegah-gagal-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/3292552163886115924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/3292552163886115924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/08/cegah-gagal-ramadhan.html' title='Cegah Gagal Ramadhan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-1823878014849400444</id><published>2007-08-10T14:44:00.000+07:00</published><updated>2007-08-10T15:15:43.545+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah 'azimat' Nabi tatkala memasuki Ramadhan.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.&lt;br /&gt;Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-1823878014849400444?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/1823878014849400444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/08/khutbah-rasulullah-menjelang-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/1823878014849400444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/1823878014849400444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/08/khutbah-rasulullah-menjelang-ramadhan.html' title='Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2704822389896181935.post-8567642216406172367</id><published>2007-08-08T16:09:00.000+07:00</published><updated>2007-08-10T12:58:25.230+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Menuju (bulan) Kemenangan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh:Zamzam Muharamsyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rembulan bulat utuh putih cemerlang di langit Sya’ban. Bulan Ramadhan akan kita jumpai. Bulan suci yang kekhasannya senantiasa dirindukan muslimin sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan yang khas, Ramadhan menyimpan nilai-nilai istimewa. Sebagian orang menyebutnya bulan suci.&lt;span class="selengkapnya"&gt; Yang lain lebih senang memanggilnya bulan perjuangan. Ada pula yang menjulukinya bulan kemuliaan dan bulan kemurahan. Sedemikian istimewanya, sehingga Ramadhan berhak menyandang nama-nama mulia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, rasanya jarang kita dengar orang menyebutnya bulan kemenangan. Kebanyakan orang lebih senang menggunakan kata kemenangan untuk menamai hari raya ‘Idul Fitri. Ramadhan bulan perjuangan dan ‘Idul Fitri hari kemenangannya setelah sebulan penuh berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau kita kembali menyimak sejarah, pada bulan Ramadhan telah terukir catatan-catatan kemenangan besar. Mulai dari kemenangan kaum muslimin dalam perang Badar Agung, kemenangan pasukan Islam dalam perang Khandak, dan peristiwa Revolusi Futuh Mekah, hingga Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 61 tahun yang lalu, semuanya terjadi pada bulan Ramadhan nan Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, pada bulan Ramadhan seluruh kaum muslimin diberi satu kesempatan yang sama untuk berhasil mencapai kemenangan (baca: ketakwaan), kewajiban puasa dan penglipatgandaan pahala. Di samping, limpahan rahmat dan pengampunan serta jaminan terjauh dari api neraka. Jika seorang muslim berkesempatan bertemu dengan Ramadhan lalu mengisinya dengan sepenuh keikhlasan dan pengharapan maka baginya Ramadhan menjadi bulan kemenangan. Firman Allah, “Wahai Orang-orang beriman, telah diwajibkna kepada kalian puasa agar kalian bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 183). Sabda Rasulullah, “Barang siapa puasa Ramadhan dengan keimanan dan pengharapan, maka dia diampuni dari dosa-dosa masa lalunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, do’a yang diajarkan Rasulullah adalah, “Ya Allah, sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan…” karena Ramadhan betul-betul menjanjikan kemenangan. Di lain kesempatan Rasulullah pernah mengamini malaikat Jibril yang berdo’a, “Celakalah orang yang sampai pada bulan Ramadhan tetapi ketakwaannya tidak bertambah!” Tetapi, Rasulullah juga memberi kabar gembira kepada para ahli puasa, bahwa mereka akan mendapatkan dua kebahagiaan: kebahagiaan setiap kali mereka berbuka dan kebahagiaan ketika mereka bertemu dengan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, harus diingat bahwa kemenangan yang dijanjikan Ramadhan bukan kemenangan instan yang diberikan begitu saja. Sebulan penuh kita diwajibkan menahan kendali nafsu yang biasanya kita umbar sekehendak hati: nafsu perut, nafsu mulut, dan nafsu kemaluan. Sebulan penuh harus kita isi dengan segala jenis kebaikan yang telah dijanjikan pahala berlipat ganda dengan menjaga keikhlasan dan ketekunan dalam menjalankannya. Semoga Allah memberi kita kekuatan. Wallahu a’lam.*&lt;a href="http://eramuslim.com/atk/oim/45037d4f.htm"&gt;Eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2704822389896181935-8567642216406172367?l=seuntaikenanganlapsus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/feeds/8567642216406172367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/08/menuju-bulan-kemenangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/8567642216406172367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2704822389896181935/posts/default/8567642216406172367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganlapsus.blogspot.com/2007/08/menuju-bulan-kemenangan.html' title='Menuju (bulan) Kemenangan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
